Minggu, 05 Juni 2016 | By: Dika Darmawan

Pengertian COCOMO dan Jenis Jenis COCOMO


COCOMO (Constructive Cost Model )

Constructive Cost Model (COCOMO) Merupakan algoritma estimasi biaya perangkat lunak model yang dikembangkan oleh Barry Boehm. Model ini menggunakan rumus regresi dasar, dengan parameter yang berasal dari data historis dan karakteristik proyek proyek saat ini. COCOMO didefinisikan oleh Boehm(1981). Teknik ini melakukan estimasi biaya dengan pendekatan algoritma matematis (algorithmic cost estimation). Hampir semua model estimasi algoritma menunjukkan hubungan eksponensial, seperti dapat dilihat dalam rumus dasar berikut ini [Fra92]:

PM = a (KI,OC)h <1>

Motivasi utama dari model COCOMO [Boe84] adalah untuk untuk membantu mengetahui konsekuensi biaya dari keputusan yang akan diambil saat commissioning, developing, and supporting produk perangkat lunak. Aktualnya, COCOMO terbagi menjadi tiga tingkatan, yiatu: basic, intermediate, dan advanced. Tingkatan ini menunjukkan tingkat detail dari model, yaitu

  1. Basic: merupakan estimasi-macro tunggal (single macro-estimation), yaitu fungsi dari ukuran program, yang ditunjukkan dalam LOC,
  2. Intermediate: merupakan fungsi dari ukuran program dan "cost drivers" yang menyertakan tafsi.ran yang subjektif atas produk, perangkat keras, personil, dan atribut-atribut proyek,
  3. Advanced: merupakan estimasi mikro (micro-estimation), yang memadukan semua karakteristik dari model intermediate dengan perkiraan "cost drivers" pada tiap langkah proses rekayasa (yaitu: analisis, disain, dst.)

COCOMO terdiri dari tiga bentuk hirarki semakin rinci dan akurat. Tingkat pertama, Basic COCOMO adalah baik untuk cepat, order awal, kasar estimasi besarnya biaya perangkat lunak, namun akurasinya terbatas karena kurangnya faktor untuk memperhitungkan perbedaan atribut proyek (Cost Drivers). Intermediate COCOMO mengambil Driver Biaya ini diperhitungkan dan Rincian tambahan COCOMO account untuk pengaruh fase proyek individu.


COCOMO terdiri dari tiga bentuk hirarki semakin rinci dan akurat. Tingkat pertama, Basic COCOMO adalah baik untuk cepat, order awal, kasar estimasi besarnya biaya perangkat lunak, namun akurasinya terbatas karena kurangnya faktor untuk memperhitungkan perbedaan atribut proyek (Cost Drivers). Intermediate COCOMO mengambil Driver Biaya ini diperhitungkan dan Rincian tambahan COCOMO account untuk pengaruh fase proyek individu.


1. Model COCOMO Dasar  

    Model COCOMO dapat diaplikasikan dalam tiga tingkatan kelas meliputi :
  • Proyek organik (organic mode) Adalah proyek dengan ukuran relatif kecil, dengan anggota tim yang sudah berpengalaman, dan mampu bekerja pada permintaan yang relatif fleksibel.
  • Proyek sedang (semi-detached mode) Merupakan proyek yang memiliki ukuran dan tingkat kerumitan yang sedang, dan tiap anggota tim memiliki tingkat keahlian yang berbeda.
  • Proyek terintegrasi (embedded mode) Proyek yang dibangun dengan spesifikasi dan operasi yang ketat. 

Model COCOMO dasar ditunjukkan dalam persamaan 1, 2, dan 3 berikut ini: 


Dimana :

  • E : Besarnya usaha (orang-bulan)
  • D : Lama waktu pengerjaan (bulan)
  • KLOC : Estimasi jumlah baris kode (ribuan)
  • P : Jumlah orang yang diperlukan.
Sedangkan koefisien ab, bb, cb, dan db diberikan pada Tabel 1 berikut:



Tabel 1 . Koefisien Model COCOMO Dasar


2. Model COCOMO Lanjut (Intermediate COCOMO) 

Pengembangan model COCOMO adalah dengan menambahkan atribut yang dapat menentukan jumlah biaya dan tenaga dalam pengembangan perangkat lunak, yang dijabarkan dalam kategori dan subkatagori sebagai berikut:

A. Atribut produk (product attributes)
  • Reliabilitas perangkat lunak yang diperlukan (RELY)
  • Ukuran basis data aplikasi (DATA).
  • Kompleksitas produk (CPLX).

 B. Atribut perangkat keras (computer attributes)
  • Waktu eksekusi program ketika dijalankan (TIME).
  • Memori yang dipakai (STOR).
  • Kecepatan mesin virtual (VIRT).
  • Waktu yang diperlukan untuk mengeksekusi perintah (TURN)

 C. Atribut sumber daya manusia (personnel attributes)
  • Kemampuan analisis (ACAP).
  • Kemampuan ahli perangkat lunak (PCAP).
  • Pengalaman membuat aplikasi (AEXP).
  • Pengalaman penggunaan mesin virtual (VEXP).
  • Pengalaman dalam menggunakan bahasa pemrograman (LEXP)

 D. Atribut proyek (project attributes)
  • Penggunaan sistem pemrograman modern(MODP).
  • Penggunaan perangkat lunak (TOOL).
  • Jadwal pengembangan yang diperlukan (SCED) 
Masing-masing subkatagori diberi bobot seperti dalam tabel 2 dan kemudian dikalikan.



Dari pengembangan ini diperoleh persamaan:

Dimana :

  • E : besarnya usaha (orang-bulan)
  • KLOC : estimasi jumlah baris kode (ribuan)
  • EAF : faktor hasil penghitungan dari sub-katagori di atas.
Koefisien ai dan eksponen bi diberikan pada tabel berikut.


Tabel 3. Koefisien Model COCOMO Lanjut


3. Model COCOMO II (Complete atau Detailed COCOMO model)

Model COCOMO II, pada awal desainnya terdiri dari 7 bobot pengali yang relevan dan kemudian menjadi 16 yang dapat digunakan pada arsitektur terbarunya. 




                                      Tabel 4. COCOMO II Early Design Effort Multipliers



Tabel 5. COCOMO II Post Architecture Effort Multipliers

Sama seperti COCOMO Intermediate (COCOMO81), masing-masing sub katagori bisa digunakan untuk aplikasi tertentu pada kondisi very low, low, manual, nominal, high maupun very high. Masing-masing kondisi memiliki nilai bobot tertentu. Nilai yang lebih besar dari 1 menunjukkan usaha pengembangan yang meningkat, sedangkan nilai di bawah 1 menyebabkan usaha yang menurun. Kondisi Laju nominal (1) berarti bobot pengali tidak berpengaruh pada estimasi. Maksud dari bobot yang digunakan dalam COCOMO II, harus dimasukkan dan direfisikan di kemudian hari sebagai detail dari proyek aktual yang ditambahkan dalam database.



Referensi  :
1. http://haryanto.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/16702/COCOMO.ppt
2. http://majour.maranatha.edu/index.php/Jurnal-MKM/article/view/723









0 komentar:

Posting Komentar