Senin, 27 Juni 2016 | By: Dika Darmawan

Jadilah Pohon Kelapa



Masalah berulang tanpa solusi, orang pintar banyak namun kenapa tidak semua bisa menciptakan solusi ?.  Dua kalimat tadi merupakan hal yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja masalah macet dan banjir yang tak kunjung selesai terjadi di wilayah DKI Jakarta. Mengapa itu terjadi ?
Dewasa kini banyak orang yang tahu namun tidak mau tahu alias cuek, fenomena ini disebut “tahu tapi tidak melakukan”. Misalnya salah satu penyebab kemacetan adalah ketidakmauan warga untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas, sedangkan untuk penyebab banjir adalah membuang sampah sembarangan atau tidak pada tempatnya. Padahal banyak sekali pemberitahuan akan peraturan terkait hal tersebut, dan bahkan akan diberikan sanksi apabila melanggarnya.

“Aturan itu dibuat ya untuk dilanggar”.
Kenapa susah sekali mengikuti peraturan yang jelas kita tahu itu bermanfaat dan baik bagi diri kita sendiri ?
Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab ketidak berhasilan untuk menciptakan solusi, kita tidak melakukan apa yang kita tahu seharusnya dilakukan. Apa lawan dari “tahu tapi tidak melakukan” ?
Yaitu adalah “tahu dan bertindak”
Perbedaan antara kedua tersebut sangatlah besar dan diri kita sendirilah yang merasakan dampak perbedaan tersebut. Lalu bagaimana agar kita menjadi seseorang yang “tahu dan bertindak” ?
Hal tersbut tidak perlu dengan teori-teori yang terlalu tinggi, cukup terapkan prinsip-prinsip sederhana saja. Prinsip sederhana salah satunya yaitu dengan konsisten, konsisten untuk tidak mengabaikan dan melanggar aturan yang telah ditetapkan. Tentu untuk menjadi seseorang yang konsisten perlu adanya kemauan, dari kemauan itu makan akan lahir kemampuan agar kita menjadi orang yang konsisten.
Penerapan prinsip sederhan itu dapat kita pelajari dari alam. Di nusantara kita salah satu yang dapat menjadi inspirasi adalah pohon kelapa. Pohon kelapa berguna dari akar hingga daun. Daunnya dapat kita pergunakan untuk membuat ketupat, batangnya dapat kita pergunakan untuk bahan bangunan atau membuat jembatan, daging dan air buahnya dapat kita konsumsi dan serabutnya berfungsi untuk alat bantu kita untuk membersihkan piring. Kita sebagai manusia apakah dapat menjadi seseorang yang berguna sepperti itu ?. Ini merupakan sikap dan keyakinan. Janganlah selalu mengeluh, namun bertindaklah, berindak positif akan memberikan manfaat pada diri kita dan orang disekitar kita. Jadikanlah masalah sebagai kesempatan untuk dapat bertindak memecahkan masalah. Dengan sikap seperti itu akan menciptakan mental untuk menjadi pemecah masalah.

Pohon kelapa juga mempunyai bentuk yang sangat sederhan, batang lurus dan tumbuh dengan tinggi. Dibandingkan dengan pohon lainnya misal pohon beringin. Lihat betapa sederhananya pohon kelapa, apakah kita dapat fokus pada hal-hal sederhana agar dapat berprestasi tinggi ? Buatlah yang rumit menjadi sederhana. Diberdayakan teknologi canggih seperti saat ini, gaya hidup semakin maju maka masalah pun semakin kompleks sehingga jelaslah terobosan terbesar yang bisa kita lakukan adalah melakukan simplifikasi. Dari banyak masalah yang kita jumpai sehari-hari kita dapat mulai fokus dengan mengerjakan hal-hal sederhana terlebih dahulu secara disiplin. Dan pohon kelapa adalah pohon yang tumbuh dalam rumpun, jika ditanaman dalam jumlah banyak manfaat pohon kelapa jadi berlipat ganda. Selain itu kerap disandingkan dengan tanaman lainnya dalam sistem tumpang sari. Artinya ia dapat berkolaborasi dengan tanaman lainnya. Kolaborasi adalah kunci solusi, bekerjasama dengan orang sekitar akan membantu kita dalam memecahkan masalah dan menemukan solusi.
Maka dapat kita ambil kesimpulan, bahwa dengan disiplin menerapkan hal-hal sederhana seperti kemauan dan konsistensi untuk menjadi seseorang yang tahu dan bertindak juga belajar dari alam, kita dapat menjadi seseorang yang memberikan solusi hingga dapat membantu memecahkan masalah di sekitar kehidupan kita.

0 komentar:

Posting Komentar