Kamis, 06 Juni 2013 | By: Unknown

Jenis jenis Senjata khas dari Nusantara



            Siapa yang tidak kenal dengan Nusantara. Sebuah negara yang kaya raya. Kaya dengan Budaya, adat / tradisi, sumberdaya alam hayati maupun non hayati, baik yang berada di darat maupun laut/air. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Pulau  yang ada di Indonesia kurang lebih hampir 13.000 pulau baik pulau mbesar maupun kecil. Letak Indonesia secara astronomis adalah 6 derajat Lintang Utara sampai 11 derajat Lintang Selatan, dan 95 derajat Bujur Timur hingga 141 derajat bujur Timur. Ini berarti Indonesia
terbentang dari Barat ke Timur dilintasi oleh equator (garis khatulistiwa). Dengan kata lain Indonesia tersebar dari Sabang Sampai Meraoke. Penduknya hampir / lebih dari 350 juta jiwa.

            Dengan demikian tentu Indonesia kaya dengan berbagai macam suku atau etnis. secara otomatis budaya dan adat mereka juga beraneka macam. termasuk senjata yang mereka pakai secara turun temurun dari nenek moyang mereka. Nah mari kita coba untu menyimak berbagai gambar dari senjata senjata tradisional mereka .S
enjata parang dan pisau tradisional adalah sebuah alat yang digunakan oleh suku-suku di Indonesia pada masa lalu sebagai senjata untuk berburu maupun sebagai alat membela diri apabila terjadi pertikaian.
            Pada saat ini senjata parang dan pisau biasa digunakan hanya untuk ke kebun atau sedang memasuki wilayah hutan. Bagi sebagian orang yang masih meyakini tahyul parang dan pisau tradisional ini dianggap mengandung nilai mistis, seperti Mandau (Dayak), Rencong (Aceh) dan Keris (Jawa). Tapi bagi orang yang berfkiran lebih modern parang hanyalah sebuah parang dan pisau hanyalah sebuah pisau, tidak punya kekuatan apa-apa (hanyalah sebuah benda mati buatan tangan manusia).
            Marilah kita telusuri apa-apa saja jenis-jenis parang dan pisau tradisional milik bangsa Indonesia ini.


1. Mandau (Dayak, Kalimantan)

Gambar Mandau

            Senjata khas suku Dayak ini, lebih menyerupai sebuah pedang karena ukurannya agak panjang. Mandau ini sangat populer bahkan sangat populer sampai ke luar negeri. Tak terbilang berapa banyak turis mancanegara yang membawa senjata 'Mandau' khas suku Dayak ini sebagai suvenir untuk dibawa pulang ke negeri mereka.
Beberapa kisah tragis tentang Mandau ini pun pernah terjadi beberapa kali, pada saat pertikaian antar suku-suku di kalimantan yang 'konon' telah memakan korban ratusan kepala manusia yang dipenggal oleh 'Mandau' ini.

2. Rencong (Aceh, Sumatra)

Gambar Rencong
            Senjata khas suku Aceh ini lebih menyerupai sebuah pisau karena ukurannya agak pendek. Rencong ini lumayan populer di kalangan bangsa Indonesia, karena bentuknya yang unik. Rencong ini merupakan senjata para bangsawan Aceh pada masa lalu, dan merupakan suatu kebanggaan dan tanda kejantanan bagi pemilik Rencong ini.
Pada masa peperangan melawan penjajah, Rencong ini menjadi salah satu senjata penting bagi masyarakat Aceh untuk melakukan perlawan terhadap penjajah.
Bagi sebagian kecil masyarakat Aceh, Rencong ini sering dianggap sebagai benda pusaka dan keramat, terutama yang telah berusia tua.

3. Keris (Jawa Tengah)

Gambar Keris
            Senjata khas suku Jawa, khususnya bagi masyarakat Jogja dan Jawa Tengah ini adalah suatu senjata yang mengandung nilai mistis dan sakral. Bagi masyarakat Jawa penganut aliran kejawen, bahkan keris ini dianggap memiliki jiwa dan harus dipelihara, dimandikan bahkan diberi makan ? lumayan aneh ... tapi itulah yang terjadi !
            Keris ini memiliki panjang seperti sebuah pisau, hanya saja bentuknya yang tergolong unik, karena bentuknya meliuk-liuk seperti seekor ular.Menurut kisah-kisah masyarakat Jawa Tengah, Keris ini merupakan kebanggaan bagi kaum priyayi (kaum keraton) dan diselipkan di pinggang sebelah kiri sebagai perlambang keperkasaan dan kebangsawanan.

4. Kelewang (Sumatra Utara)

Gambar Kelewang
            Kelewang ini sebenarnya bukanlah senjata khas suku-suku di Sumatra Utara pada masa lampau, seperti Piso Surit atau Pedang Gajah Dompak. Kelewang yang lebih menyerupai pedang panjang ini sebenarnya mulai dikenal pada masa tahun 1900 an  digunakan sebagai alat untuk merampok bagi kalangan perampok pada masa lalu.

            Tercatat pada tahun 1980 an, di kota Medan, kelewang kerap dijadikan sebagai alat untuk perkelahian antar preman ataupun antar organisasi. Hingga kini keberadaan kelewang mulai memudar digantikan oleh parang yang lebih pendek dan lebih praktis.

5. Badik (Bugis-Makasar, Sulawesi)

Gambar Badik
            Senjata pendek ini dinamakan 'Badik' bagi masyarakat Bugis-Makasar. Bentuk nya menyerupai pisau, dan hampir mirip dengan senjata khas Rencong milik suku Aceh.
Badik ini mempunyai sejarah yang cukup lama sejak awal masa kerajaan-kerajaan di Sulawesi, sudah digunakan sebagai alat untuk membela diri maupun pertikaian antar individu maupun antar kelompok.
            Sepertinya Badik ini menjadi suatu bagian bagi setiap pemuda Bugis-Makasar pada masa lalu, karena kemanapun setiap pemuda Bugis-Makasar pergi pasti selalu membawa Badik yang disembunyikan di antara celana dan pinggangnya.
6. Kujang (Sunda, Jawa Barat)

Gambar Kujang
            Kujang adalah sejenis parang khas milik masyarakat suku Sunda pada masa lampau. Saat ini sudah jarang yang memiliki Kujang, karena sudah tergantikan oleh Bedok (Parang Kebun) yang lebih praktis. Kujang memiliki bentuk yang tidak kalah unik dibanding Keris dan Rencong. Bagi masyarakat Jawa Barat yang kebanyakan berprofesi sebagai petani, maka sepertinya lebih efisien membawa Bedok. Nasib Kujang sendiri pun saat ini hanyalah sebagai barang pajangan atau disimpan sebagai benda koleksi saja.

7. Clurit (Madura, Jawa Timur)

Gambar Clurit

            Clurit ini sebenarnya hanya sebuah perangkat kebun biasa, digunakan sebagai alat untuk menebas/ memotong rumput bagi masyarakat Madura, untuk memberi makan ternak sapi. Tetapi tidak jarang Clurit ini pun digunakan sebagai alat untuk bertikai antar individu. Sering terjadi di beberapa daerah di Jawa Timur para pelaku kejahatan menggunakan Clurit ini untuk merampok.
Senjata ini cukup praktis dan bentuknya menyerupai bulan sabit (melengkung dan tajam di bagian dalam), praktis untuk digunakan sebagai alat berkebun.
Di beberapa daerah lain di Indonesia seperti di Jawa Tengah dan Jawa Barat, clurit ini juga digunakan untuk kegiatan berkebun tapi dengan sebutan yang berbeda, yaitu Arit.
 
8. Pisau Belati (Papua)

Gambar Belati

            Salah satu senjata tradisional di Papua adalah Pisau Belati. Senjata ini terbuat dari tulang kaki burung kasuari dan bulunya menghiasi hulu belati tersebut. senjata utama penduduk asli Papua lainnya adalah Busur dan Panah. Busur tersebut dari bambu atau kayu, sedangkan tali Busur terbuat dari rotan. Anak panahnya terbuat dari bambu, kayu atau tulang kangguru. Busur dan panah dipakai untuk berburu atau berperang.

9. Parang Salawaki (Maluku)

Gambar Parang Salawaki

            Parang Salawaku adalah sepasang senjata tradisional dari Maluku. Parang Salawaku terdiri dari Parang (pisau panjang) dan Salawaku yang pada masa lalu adalah senjata yang digunakan untuk berperang. Di lambang pemerintah kota Ambon, dapat dijumpai pula Parang Salawaku. Bagi masyarakat Maluku, Parang dan Salawaku adalah simbol kemerdekan rakyat.
            Parang Salawaki menjadi senjata khusus yang sering dipergunakan oleh penduduk asli Maluku dalam berperang melawan musuh. Salah satu perang yang mempergunakan senjata ini adalah ketika Kapitan Patimura dan rakyatnya perang melawan tentara Belanda.Parang berarti pisau besar, biasanya memiliki ukuran yang jauh lebih besar dari pisau, namun lebih pendek jika dibandingkan dengan pedang. Salawaki sendiri memiliki arti perisai. Perisai adalah alat yang dipergunakan untuk melindungi diri dan untuk menangkis serangan senjata lawan

10. Pasatimpo (Sulawesi Tengah)


Gambar Pastimpo

            Pasatimpo adalah sejenis keris yang bentuk hulunya bengkok ke bawah dan sarungnya diberi tali. Senjata ini sering digunakan oleh masyarakat setempat dalam tari-tari penyembuh yang berfungsi sebagai pengusir roh-roh jahat. Kini, Pasa timpo lebih sering digunakan dalam tari-tari kepahlawanan. Fungsinya hanya untuk membesarkan jiwa penarinya. Karena keris tidak digerakan tetapi cukup diikatkan saja pada pinggang penari sebagai hiasan.

11. Sampari (Nusa Tenggara Barat)

Gambar Sampari

            Masyarakat di kabupaten Bima dan Dompu yang berasal dari satu etnis yaitu Mbojo, mendiami bagian timur pulau Sumbawa, mengenal tradisi menganugrahkan
senjata (keris) kepada anak laki-laki menjelang di-khitan. Tradisi ini disebut Compo Sampari yang berlangsung sampai sekarang. Si anak yang telah dianugrahi (Compo) keris (Sampari) dari kakek-nya, selanjutnya melakukan Maka dengan ucapan sebagai berikut : "Mada dau Raga, Wau Jaga Sarumbu" yang arti harfiahnya, saya laki-laki jantan, sanggup menjaga diri atau membela diri.

12. Golok (DKI Jakarta)

Gambar Golok
            Golok adalah pisau besar dan berat yang digunakan sebagai alat berkebun sekaligus senjata yang jamak ditemui di Asia Tenggara. Hingga saat ini kita juga bisa melihat golok digunakan sebagai senjata dalam silat.
            Ukuran, berat, dan bentuknya bervariasi tergantung dari pandai besi yang membuatnya. Golok memiliki bentuk yang hampir serupa dengan machete tetapi golok cenderung lebih pendek dan lebih berat, dan sering digunakan untuk memotong semak dan dahan pohon. Golok biasanya dibuat dari besi baja karbon yang lebih lunak daripada pisau besar lainnya di dunia. Ini membuatnya mudah untuk diasah tetapi membutuhkan pengasahan yang lebih sering.
            Salah satu senjata tradisional masyarakat Betawi, yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan sudah menyatu dalam kehidupan mereka. Setiap keluarga Betawi pasti memilikinya, bahkan setiap lelaki pada zaman dahulu selalu membawanya kemanapun mereka pergi,bahkan ada beberapa pantun yang diciptakan berkaitan dengan golok.
Sumber :












0 komentar:

Posting Komentar