Rabu, 03 April 2013 | By: Dika Darmawan

BUDAYA SUKU SUKU YANG MENDIAMI PULAU JAWA DI NUSANTARA



Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman budaya,Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari lebih dari 17.000  pulau.berasal dari sinilah Indonesia juga mempunyai banyak keanekaragaman budaya. Mulai dari bahasa, pakaian, makanan, adat istiadat serta banyak hal lainnya. Sungguh beryukurlah kita sebagai bangsa Indonesia dengan memiliki itu semua. Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa dan subetnis,yang masing-masing memiliki kebudayaannya sendiri.Karena suku-suku bangsa tersebut mendiami daerah-daerah tertentu, kebudayaannya kemudian sering disebut kebudayaan daerah. Dalam kehidupan sehari-hari,kebudayaan daerah sebagai suatu sistem nilai yang menuntun sikap, perilaku dan gaya hidup merupakan identitas dan menjadi kebanggaan dari suku bangsa yang bersangkutan. Keragaman budaya daerah bergantung pada faktor geografis dan itu semua tidak dapat dipungkiri bahwa faktor itu sangat berpengaruh di Indonesia.Kebudayaan suku-suku yang mendiami wilayah nusantara ini telah lama saling berkomunikasi dan berinteraksi dalam kesetaraan.

Dalam kehidupan bernegara saat ini,dapat dikatakan bahwa kebudayaan daerah merupakan kerangka dari kehidupan sosial budaya bangsa Indonesia. Keberadaan budaya daerah tidak bisa di abaikan terutama dalam kehidupan masyarakat warganya masing masing,dikatakan demikian karena budaya memiliki peranan yang sangat menentukan dalam kehidupan masyarakatnya. Budaya daerah juga termasuk ke dalam kesadaran pada dasarnya dapat dipandang sebagai landasan bagi pembentukkan jati diri suatu bangsa.Memiliki kepribadian atau identitas diri merupakan kepentingan manusiawi yang mutlak Orang yang tidak memiliki kepribadian atau identitas diri dapat di ibaratkan seakan akan seperti orang yang terkatung katung karakterisasinya karena merasa tidak ada akar atau tambatan pada dirinya.Jadi ke khassan unsur masing masing budaya daerah atau suku bangsa sendiri memang sangat penting untuk dipertahankan terlebih lagi dimasa yang akan mendatang dengan perkembangan zaman yang tidak dengan dimbangi nilai nilai budaya dapat menghapus nilai nilai budaya yang ada.Bila itu semua tidak dijaga ada kemungkinan nilai nilai budaya itu dapat menghilang dengan seiring perkembangan waktu dan zaman.

Pada kesempatan kali ini budaya yang akan dibahas adalah mengenai Suku Jawa,suku bangsa Jawa sebagian besar menggunakan bahasa jawa dalam pergaulannya sehari sehari tetapi tidak memungkinkan orang orang suku Jawa juga menggunakan bahasa Indonesia dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan yang lainnya.Bahasa Jawa memiliki aturan perbedaan kosa kata dan intonasi berdasarkan hubunganantara pembicara dengan lawan bicara yang dikenal dengan unggah ungguh.Aspek kebahasaan ini mempunyao pengaruh yang cukup kuat dalam budaya Jawa,dan membuat orang Jawa biasanya sangat sadar akan status sosial yang disandangnya di masyarakat.Orang Jawa sebagian besar secara nominal menganut agama Islam. Tetapi ada juga yang menganut agama Protestan dan Katolik. Mereka juga terdapat di daerah pedesaan. Penganut agama Buddha dan Hindu juga ditemukan pula di antara masyarakat Jawa. Ada pula agama kepercayaan suku Jawa yang disebut sebagai agama Kejawen. Kepercayaan ini terutama berdasarkan kepercayaan animisme dengan pengaruh Hindu-Buddha yang kuat. Masyarakat Jawa terkenal akan sifat sinkretisme kepercayaannya. Semua budaya luar diserap dan ditafsirkan menurut nilai-nilai Jawa sehingga kepercayaan seseorang kadangkala menjadi kabur.

Orang Jawa terkenal dengan budaya seninya yang terutama dipengaruhi oleh agama Hindu-Buddha, yaitu pementasan wayang. Repertoar cerita wayang atau lakon sebagian besar berdasarkan wiracarita Ramayana dan Mahabharata. Selain pengaruh India, pengaruh Islam dan Dunia Barat ada pula. Seni batik dan keris merupakan dua bentuk ekspresi masyarakat Jawa. Musik gamelan, yang juga dijumpai di Bali memegang peranan penting dalam kehidupan budaya dan tradisi Jawa.Dibawah ini adalah beberapa contoh kesenian dari suku Jawa pengulasannya sebagai berikut :

1.     WAYANG
Wayang adalah seni pertunjukkan asli Indonesia yang berkembang pesat di Pulau Jawa dan Bali. Selain itu beberapa daerah seperti Sumatera dan Semenanjung Malaya juga memiliki beberapa budaya wayang yang terpengaruh oleh kebudayaan Jawa dan Hindu. Tak ada bukti yang menunjukkan wayang telah ada sebelum agama Hindu menyebar di Asia Selatan. Diperkirakan seni pertunjukan dibawa masuk oleh pedagang India. Namun demikian, kejeniusan lokal dan kebudayaan yang ada sebelum masuknya Hindu menyatu dengan perkembangan seni pertunjukan yang masuk memberi warna tersendiri pada seni pertunjukan di Indonesia. Sampai saat ini, catatan awal yang bisa didapat tentang pertunjukan wayang berasal dari Prasasti Balitung di Abad ke 4 yang berbunyi si Galigi mawayang.
Ketika agama Hindu masuk ke Indonesia dan menyesuaikan kebudayaan yang sudah ada, seni pertunjukan ini menjadi media efektif menyebarkan agama Hindu. Pertunjukan wayang menggunakan cerita Ramayana dan Mahabharata.
Berikut ini adalah contoh contoh  jenis-jenis wayang menurut bahan pembuatan.
·     Wayang Kulit.
·     Wayang Kayu.
·     Wayang Orang.
·     Wayang Rumput

2.     LAKON
Lakon adalah suatu jenis cerita, bisa dalam bentuk tertulis ataupun tak tertulis, yang terutama lebih ditujukan untuk dipentaskan dari pada dibaca. Lakon tertulis merupakan suatu jenis karya sastra yang terdiri dari dialog antar para pelakon dan latar belakang kejadian. Lakon tidak tertulis biasanya diambil dari cerita yang sudah umum diketahui dan hanya menjabarkan secara umum jalan cerita dan karakter-karakter dalam cerita tersebut.

Pengertian lakon dalam pergelaran wayang dapat diartikan sebuah ceritera yang akan disajikan dalam pergelaran tersebut. Lakon itu dapat merujuk pada suatu judul ceritera yang dipentaskan, misalnya Gatotkaca Lahir, Pandu Swargo, Kresna Duta, Brubuh Ngalengka, dan lain sebagainya. Sedangkan lakon dalam perngertian anak-anak muda dapat diartikan sebagai tokoh (peran utama), misalnya dalam suatu judul film yang diputar di televisi.

Lakon dalam pergelaran wayang kulit sering diambil dari wiracerita Ramayana dan Mahabarata dan juga sember serat-serat Jawa yang ada misalnya serat arjunasasrabahu, dewa ruci dan cerita karangan ( cerita karangan dalang ) lainnya. Lakon sendiri dibedakan menjadi beberapa macam, yakni lakon baku dan lakon karangan. Lakon baku bersumber dari buku-buku pedalangan tertentu sedangkan lakon karangan lebih merujuk kepada lakon-lakon yang diciptakan oleh para dalang senior untuk memenuhi kebutuhan penanggap wayang ataupun penguasa (pemerintah) di masanya.


3.     WIRACERITA
Wiracarita (bahasa Sanskerta: वीरचरित) atau disebut pula epos adalah sejenis karya sastra tradisional yang menceritakan kisah kepahlawanan (wira berarti pahlawan dan carita adalah cerita/kisah). Epos ini seringkali dinyatakan dalam bentuk syair, beberapa contoh epos terkenal adalah Ramayana, Mahabarata, Illiad, Odysseus, La Chanson de roland, La galio dan Hikayat Tuah.

4.     MAHABRATA
Mahabharata (Sanskerta: महाभारत) adalah sebuah karya sastra kuno yang konon ditulis oleh Begawan Byasa atau Vyasa dari India. Buku ini terdiri dari delapan belas kitab, maka dinamakan Astadasaparwa (asta = 8, dasa = 10, parwa = kitab). Namun, ada pula yang meyakini bahwa kisah ini sesungguhnya merupakan kumpulan dari banyak cerita yang semula terpencar-pencar, yang dikumpulkan semenjak abad ke-4 sebelum Masehi.Secara singkat, Mahabharata menceritakan kisah konflik para Pandawa lima dengan saudara sepupu mereka sang seratus Korawa, mengenai sengketa hak pemerintahan tanah negara Astina. Puncaknya adalah perang Bharatayuddha di medan Kurusetra dan pertempuran berlangsung selama delapan belas hari.

Contoh contoh di atas adalah beberapa penggalan dari sekian banyaknya keanekaragaman kesenian yang terdapat dalam suku Jawa.Masih banyak kesenian yang terdapat namun hanya beberapa yang dapat kita ulas pada penulisan ini,dengan banyaknya kesenian yang terdapat dalam suku Jawa tentunya membuat kita menyadari betapa besarnya anugrah yang telah diberikan oleh sang Maha Pencipta atas karunianya.Karena dengan akal pikiran yang diberikan oleh sang Maha Pencipta manusia dapat menghasilkan sebuah karya atau seni yang dapat berguna sesamanya.

Opini: :

Kebudayaan suku Jawa sangat erat dengan suasana yang penuh dengan keakraban,orang suku suku Jawa juga dapat dengan cepat berdaptasi dengan lingkungan dimana mereka tinggal,pada umunya mereka lebih suka menggunakan bahasa Jawa dalam berbicara sesamanya.Kesenian kesenian yang terdapat dalam suku Jawa sangatlah banyak dan kebanyakan kesenian tersebut dipengaruhi oleh kepercayaan mereka di tempat masing masing,karena tiap tiap tempat terdapat perbedaan kepercayaan.




Sumber :



0 komentar:

Poskan Komentar