Rabu, 10 April 2013 | By: Dika Darmawan

Dinamika Pancasila


      


       Indonesia adalah sebuah negara yang mempunyai banyak kekayaan alam dan manusiawinya sebelum negara Indonesia merdeka telah banyak perlawanan perlawanan yang dilakukan oleh para pahlawan untuk merebut kemerdekaan yang sesungguhnya itu memang menjadi milik bangsa Indonesia.Setelah mencapai titik puncak dari perlawanan yang secara terus menerus dilakukan oleh para pahlawan akhirnya bangsa Indonesia mencapai puncak dari itu semua,tepatnya pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia mengumandangkan proklamasi kemerdekaannya.Proklamasi yang sebelumnya telah dibuat dan di rancang sedemikian rupanya agar proklamasi dapat dikumandangkan di bumi pertiwi ini.Setelah Indonesia merdeka tentunya ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh bangsa Indonesia untuk mengatur segala sesuatunya untuk mencapai kesejahteraan bagi bangsa Indonesia.Salah satunya yaitu membuat dasar negara atau ideologi bangsa Indonesia yaitu pancasila.

Seiring dengan perjalanan waktu yang terus silih berganti dalam perjalanan pancasila itu sendiri.Kini makna dari tiap tiap butir yang terdapat pada kelima sila tersebut bisa menjadi arti yang berbeda dalam pancasila itu sendiri sebagai dasar negara bila kita melihatnya dari sudut yang berlawanan.Ada beberapa nilai nilai pancasila yang masih diperdebatkan oleh segelintir orang. Ditambah kini memasuki era globalisasi ada pro dan kontra terhadap pancasila sebagai dasar negara.Dan pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai kesetujuan beberapa dari warga negara dan ketidaksetujuan mereka mengenai pancasila sebagai dasar negara demi melengkapi tugas perkuliahan.

Indonesia merupakan negara yang mengakui adanya ketuhanan atau agama, dalam hal ini negara Indonesia memang mengakui banyak agama yang terdapat di negeri ini dengan mempunyai satu persepsi yang sama yaitu mempercayai adanya Tuhan Yang Maha Esa. Sebagaimana kita ketahui bunyi sila pertama dari pancasila yaitu “Ketuhanan yang Maha Esa.Dalam konteks ini di Indonesia menghargai tiap tiap nilai Agama meskipun di Indonesia sendiri memiliki banyak agama yang di anut tiap warganya, "Terkait  hal ini, Partai Gerindra bersikap mendukung penggunaan asas Pancasila. Pancasila jelas tak bertentangan dengan ajaran agama yang diakui di Indonesia,"(www.aktual.co).Peranan agama secara pribadi adalah penting, yaitu keyakinan dan ketentuan beragama tiap-tiap individu untuk tidak menjalankan hal-hal yang terlarang oleh agama. Karenanya sasaran penataan agama-agama dengan sendirinya tidak lain ditujukan kepada pemeluk agamanya masing-masing, supaya lebih mendalami penghayatan dan pengamalan ajaran-ajaran agamanya. Dengan demikian kerukunan akan mudah terbina jika setiap umat beragama taat ajaran agamanya masing-masing. Setiap agama mengajarkan kerukunan dan kebaikan, maka kalau orang sungguh-sungguh mentaati ajaran agama diharapkan kerukunan akan terbina.

         Tetapi pada faktanya di Indonesia terdapat beberapa orang yang menganut paham atheisme kita sebut saja seseorang tersebut inisialnya dengan AN,bahkan AN mengumbar dirinya sebagai Atheis di situs jejaring social internet.Bahkan fakta yang mengejutkan yakni bahwa AN berasal dari komunitas muslim Minangkabau yang dikenal taat. Banyak ulama besar yang lahir dari tempat ini.Tindakan ini dianggap oleh para aktivis HAM sebagai sebuah pelanggaran terhadap kebebasan seseorang dalam memilih agamanya.(www.memobee.com). Apa yang AN lakukan adalah penyimpangan dari nilai nilai dari pancasila yakni sila pertama. Sebuah laporan yang dilansir Jakarta Globe, Selasa (07/02/2012), mengatakan bahwa atheisme telah memiliki jaringan terstruktur yang dikelola oleh masyarakat Indonesia yang bermukim di luar negeri. Mereka menggunakan berbagai fasilitas internet, seperti blog dan Facebook, untuk saling berhubungan.Kemanakah nilai nilai dari sila pertama yang menyatakan bahwa bangsa ini mengakui adanya Ketuhanan Yang Maha Esa? Jika masih ada segelintir warga Indonesia ada yang menganut paham atheisme.Kenapa segilintir orang tersebut dibiarkan bebas menyebarkan paham tersebut melalui situs jejaring sosial? .Ini menjadi salah satu pembahasan yang nantinya harus dikaji kembali,karena sesungguhnya atheisme adalah sebagai salah satu penyimpangan dari nilai sila pertama dalam pancasila.

            Banyak kasus kriminal di Indonesia yang terkadang kita suka merasa aneh dalam melihat kasus kasus yang ada terdapat keganjilan keganjilan pada penanganan permasalahan tersebut.Pernahkan anda melihat atau mendengar ketidak adilan dalam sebuah permasalahan yang pernah atau sering kita jumpai dalam kehidupan sehari hari? Masih  ingatkah anda mengenai kasus pencurian sandal seorang tentara oleh seorang pelajar yang masih dibawah umur,atau pemberitaan mengenai nenek Minah yang mencuri beberapa buah kakao di tanah milik sebuah perusahaan.Berita ini pernah menjadi topik yang hangat diperbincangkan kala itu.(www.kompasiana.com).

Pemberitaan ini banyak di umbar dalam media cetak maupun media elektronik karena menarik simpati warga masyarakat atas ketidak adilan dalam bagi masyarakat kecil.Seorang oknum yang sendalnya dicuri melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian untuk menindak lanjuti kasus pencurian tersebut.Mendengar berita berita tersebut terjadi polemik polemik di kalangan warga,terutama pada warga masyarakat yang pada saat itu mempertanyakan keadilan bagi mereka rakyat jelata. Mereka membandingkan dengan beberapa kasus yang ada contohnya pada kasus korupsi yang dilakukan oleh sejumlah penjabat yang mengkorupsi atau mencuri uang rakyat hingga bermilyar milyar rupiah banyaknya,mereka diperlakukan secara baik dan terhormat bahkan ada beberapa penyelesaian kasus mereka tersebut yang berakhir dengan ketidak adilan.Kasus kasus yang terjadi seperti diatas tersebut menjadi sebuah nilai tolak ukur akan nilai nilai pancasila yakni sila kedua yang berbunyi “Kemanusiaan yang adil dan beradap”.Sudahkah pengaplikaisan sila kedua dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indoneisa? Kasus mengenai nenek Minah yang mencuri beberapa buah kakao begitu pula kasus mengenai pencurian sandal yang dilakukan oleh seorang pelajar yang masih dibawah umur diperlakukan tidak seperti mereka para koruptor.Pada kejadian ini nenek Minah telah meminta maaf dan mengembalikan buah kakao yang telah ia curi namun oknum pegawai perusahaan tersebut tetap melaporkannya ke kepolisian hingga nenek Minah harus menjalani proses hukum.Bocah yang mencuri sandal masih dibawah umur tersebut telah mengakui kesalahannya dan Berpegang pada Undang-undang Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002 yang diberlakukan di wilayah hukum NKRI,maka kasus ini seharusnya diselesaikan melalui proses pembinaan bukan jalur hukum.

Para koruptor yang mencuri uang rakyat bermilyar milyar banyaknya hanya dihukum dalam jangka waktu beberapa tahun saja dan diperlakukan dengan baik dalam peradilannya.Dengan berdasarkan kejadian itu membuat asumsi tersendiri di kalangan masyarakat Indonesia khususnya bagi mereka rakyat miskin mempunyai pendapat bahwa “Orang kaya bisa membeli hukum dengan uang mereka”.Dengan adanya asumsi tersebut membuat citra keadilan di Indonesia sangatlah buruk.Keadilan belumlah tercipta sepenuhnya untuk mereka masyarakat miskin.

Pada sila kedua yang berbunyi kemanusiaan yang adil dan beradab, mempunyai makna yaitu:

1. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban antara sesama manusia.
2. Saling mencintai sesama manusia.
3. Mengembangkan sikap tenggang rasa.
4. Tidak semena-mena terhadap orang lain.
5. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
6. Berani membela kebenaran dan keadilan

Kemiskinan merupakan masalah kompleks yang di hadapi oleh seluruh pemerintahan yang ada di dunia ini. Contoh kasus diatas hanyalah beberapa potret tentang ketidakadilan pemerintah kepada rakyat miskin, tidak adanya tindak lanjut dari pemerintah dalam memberi bantuan ataupun jaminan kepada rakyat miskin. Di Indonesia banyak sekali daerah-daerah miskin yang tidak tercium oleh pemerintah. Dalam hal ini pemerintah seharusnya memberikan pemerataan pembangunan atau  bantuan kepada rakyat miskin terutama di daerah pedesaan. Seharusnya pemerintah juga harus memberikan pelayanan dan fasilitas kepada masyarakat miskin seperti pendidikan, kesehatan, air minum dan sanitasi, serta transportasi.

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam dan manusianya, Indonesia sendiri terdiri dari berbagai macam suku bangsa dan ras.Membuat seolah olah negeri ini kaya akan karunia yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa,Indonesia mempunyai semboyan “Bhineka Tunggal Eka” yang mempunyai arti berbeda beda namun tetap satu jua.Sesuai dengan apa yang tersirat dalam sila ketiga dalam pancasila yaitu “Persatuan Indonesia”.Sila Persatuan Indonesia, menempatkan manusia Indonesia pada persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan Bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.Menempatkan kepentingan negara dan bangsa di atas kepentingan pribadi, berarti manusia Indonesia sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan Negara dan Bangsa, bila diperlukan. Sikap rela berkorban untuk kepentingan negara dan Bangsa, maka dikembangkanlah rasa kebangsaan dan bertanah air Indonesia, dalam rangka memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial. Persatuan dikembangkan tas dasar Bhineka Tunggal Ika.Namun bila kita melihat kenyataan yang ada terdapat ketidak sesuaian dalam sila tersebut. Kondisi bangsa Indonesia dewasa ini jauh dari sila Persatuan Indonesia sebagaimana tercantum dalam  Pancasila. Di Maluku dan Sulawesi Tengah bangsa kita berkelahi saling membunuh dengan menggunakan faktor agama sebagai alasan. Di Aceh ada sekumpulan orang yang menamakan diri Gerakan Aceh Merdeka dan menggunakan kekerasan untuk memaksakan kehendaknya. Belum lama berselang terjadi serangan suku Dayak disertai kekerasan terhadap pendatang Madura di Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan. Belum pernah dalam sejarah Indonesia kita mengalami retaknya persatuan bangsa seperti sekarang.(Sayidiman.suryohadiprojo.com)

Retaknya persatuan bangsa bisa disebabkan oleh beberapa faktor yakni sebagai berikut :

1.      Adanya perbedaan kepribadian, pendirian, perasaan atau pendapat antar individu yang tidak mendapat toleransi di antara individu tersebut, sehingga perbedaan tersebut semakin meruncing dan mengakibatkan munculnya konflik pribadi.
2.      Adanya perbedaan kebudayaan yang mempengaruhi perilaku dan pola berpikir sehingga dapat memicu lahirnya pertentangan antar kelompok atau antar masyarakat.
3.      Adanya perbedaan kepentingan atau tujuan di antara individu atau kelompok, baik pada dimensi ekonomi dan budaya maupun politik dan keamanan.
4.      Adanya perubahan sosial yang relatif cepat yang diikuti oleh adanya perubahan nilai atausistem sosial.


     Sila keempat yang berbunyi “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalm permusyawaratan dan perwakilan mempunyai Arti manusia Indonesia sebagai warga negara dan warga masyarakat Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama. Dalam menggunakan hak-haknya ia menyadari perlunya selalu memperhatikan dan mengutamakan kepentingan negara dan kepentingan masyarakat. Karena mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama, maka pada dasarnya tidak boleh ada suatu kehendak yang dipaksakan kepada pihak lain. Sebalum diambil keputusan yang menyangkut kepentingan bersama terlebih dahulu diadakan musyawarah. Keputusan iusakan secara mufakat. Musyarwarah untuk mencapai mufakat ini, diliputi oleh semangat kekluargaan, yang merupakan ciri khas Bangsa Indonesia. Manusia Indonesia menghormati dan menjunjung tinggi setiap hasil keputusan musywarah, karena semua pihak yang bersangkutan harus menerimanya dan melaksankannya dengan baik dan tanggung jawab. contoh penyimpangannya adalah gagalnya komite normalisasi PSSSI untuk dalam melakasankan musyawarah mufakat  (tokohindonesia.com) sungguh sangat disayangkan dalam kejadian ini hingga berdampak pada menurunnya prestasi sepak bola Indonesia di kancah internasional, prestasi yang kian menurun akibat adanya perseteruan di dalam PSSI sendiri.Konflik yang sudah beberapa tahun lamanya baru pada akhir akhir ini menemukan musyawarah mufakat demi kepentingan bersama.

Sila kelima yang berbunyi “Keadilan sosial bagi sluruh rakyat Indonesia”. Maksudnya yaitu manusia Indonesia menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan soial dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam rangka ini dikembangkan perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. Untuk itu dikembangkan sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban, serta menghormati hak-hak orang lain.
Kasus yang terjadi dari penyimpangan sila kelima ini diantaranya adalah Seperti adanya tindak korupsi yang hingga kini belum dapat diberantas, disebabkan lemahnya penegakan hukum di Indonesia.(offa4.wordpress.com  )

Kesimpulan saya mengenai dinamika pancasila dengan kehidupan saat ini yaitu disaat sekarang ini ada beberapa nilai dari dari pancasila yang sudah tidak relevan dengan kehidupan sehari hari saat ini, Kurangnya kepedulian, kepekaan dan tidak adanya ketegasan dari pemerintah terhadap kasus kasus yang telah terjadi mengenai lunturnya nilai nilai pancasila sebagai dasar atau ideologi bangsa ini. Kepemimpinan yang saat ini terjadi sangatlah kurang dalam menjamin  kerukunan antar umat,baik hubungan sesama umat beragama, hubungan sesama antar umat beragama dan hubungannya antara umat beragama dengan pemerintah.




0 komentar:

Posting Komentar