Selasa, 15 April 2014 | By: Dika Darmawan

KEPEMIMPINAN



A. Arti Penting Kepemimpinan
Definisi Kepemimpinan

Pada dasarnya dalam diri setiap manusia mempunyai sifat untuk memimpin, terutama bagi kaum pria. Karena kelak suatu saat seorang pria akan menjadi seorang pemimpin rumah tangga. Sifat tersebut lahir dengan secara manusiawi yang dimana terkadang seseorang manusia tidak menyadari akan sifat  tersebut. Kepemimpinan banyak diperlukan dalam kehidupan kita sehari hari, tanpa adanya kepemimpinan mungkin kita akan kurang mengerti jika kita ingin melakukan sesuatu kegiatan dalam sebuah perusahaan. Dengan adanya kepemimpinan ditujukan dapat mengarahkan apa yang harus ingin dilakukan. Contohnya dalam sebuah perusahaan dibutuhkan seorang pemimpin yang mempunyai kualifikasi yang menguasai hal manajemen agar perusahaan yang dipimpinnya dapat menjual produk atau jasa dengan hasil yang maksimal. Jika sebuah perusahaan tidak memiliki seorang pemimpin bisa diibaratkan bagai anak ayam yang kehilangan induknya, karena tanpa adanya pemimpin tersebut menyebabkan sebuah perusahaan tak punya arah tujuan yang jelas. Kepemimpinan yang baik dapat menselaraskan berbagai aspek aspek yang berkaitan jika seseorang mempunyai jiwa kepemimpinan yang baik maka bias diprediksikan bahwa apa yang dipimpin orang tersbut bias meraih sukses di masa yang akan mendatang.
          Ada banyak definisi definisi tentang kepemimpinan salah satunya yaitu leadership is the ability to persuade others to seek defined objectives enthusiastically. It is the human factor that binds a group together and motives it toward the achievement of goals (Stepen P. Robbin, 1996). Kepemimpinan menurut Lussier, Robert N & Achua, Chirstoper F (2007) yaitu leadership is the influencing process or leader and followers to achieve organizational objectives through change.

B. Tipologi Kepemimpinan

Terdapat 5 macam tipologi kepemimpinan 5 yaitu :

1.Tipe Otokratis. Seorang pemimpin yang otokratis ialah pemimpin yang memiliki kriteria atau ciri sebagai berikut:
a. Menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi;
b. Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi;
c. Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata;
d. Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat;
e. Terlalu tergantung kepada kekuasaan formalnya;
f. Dalam tindakan pengge-rakkannya sering mempergunakan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan bersifat menghukum.

2. Tipe Militeristis. Perlu diperhatikan terlebih dahulu bahwa yang dimaksud dari seorang pemimpin tipe militerisme berbeda dengan seorang pemimpin organisasi militer. Seorang pemimpin yang bertipe militeristis ialah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat berikut :

  • Dalam menggerakan bawahan sistem perintah yang lebih sering dipergunakan. 
  • Dalam menggerakkan bawahan senang bergantung kepada pangkat dan jabatannya. 
  • Senang pada formalitas yang berlebih-lebihan. 
  • Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan. 
  • Sukar menerima kritikan dari bawahannya. 
  • Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan.

3. Tipe Paternalistis. Seorang pemimpin yang tergolong sebagai pemimpin yang paternalistis ialah seorang yang memiliki ciri sebagai berikut :

  • Menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa. 
  • Bersikap terlalu melindungi (overly protective). 
  • Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan. 
  • Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil inisiatif. 
  • Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan      fantasinya. 
  • Dan sering bersikap maha tahu.

4. Tipe Karismatik. Hingga sekarang ini para ahli belum berhasil menemukan sebab-sebab-sebab mengapa seseorang pemimpin memiliki karisma.

a. Umumnya diketahui bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya yang sangat besar, meskipun para pengikut itu sering pula tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu.

b. Karena kurangnya pengetahuan tentang sebab musabab seseorang menjadi pemimpin yang karismatik, maka sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supra natural powers). Kekayaan, umur, kesehatan, profil tidak dapat dipergunakan sebagai kriteria untuk karisma. Gandhi bukanlah seorang yang kaya, Iskandar Zulkarnain bukanlah seorang yang fisik sehat, John F. Kennedy adalah seorang pemimpin yang memiliki karisma meskipun umurnya masih muda pada waktu terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat. Mengenai profil, Gandhi tidak dapat digolongkan sebagai orang yang ganteng.

5. Tipe Demokratis. Pengetahuan tentang kepemimpinan telah membuktikan bahwa tipe pemimpin yang demokratislah yang paling tepat untuk organisasi modern. Hal ini terjadi karena tipe kepemimpinan ini memiliki karakteristik sebagai berikut :

a. Dalam proses penggerakan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah makhluk yang termulia di dunia.

b. Selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari pada bawahannya.

c. Senang menerima saran, pendapat, dan bahkan kritik dari bawahannya.

d. Selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan teamwork dalam usaha mencapai tujuan.
e. Ikhlas memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada bawahannya untuk berbuat kesalahan yang kemudian diperbaiki agar bawahan itu tidak lagi berbuat kesalahan yang sama, tetapi lebih berani untuk berbuat kesalahan yang lain.

f. Selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya.

g. Berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.

C. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kepemimpinan
Menurut Hadari (2003;70) menjelaskan bahwa unsur-unsur dalam kepemimpinan adalah

  1. Adanya seseorang yang berfungsi memimpin, yang disebut pemimpin (leader). 
  2. Adanya orang lain yang dipimpin. 
  3. Adanya kegiatan yang menggerakkan orang lain yang dilakukan dengan mempengaruhi    dan pengarahkan perasaan, pikiran, dan tingkah lakunya. 
  4. Adanya tujuan yang hendak dicapai dan berlangsung dalam suatu proses di dalam organisasi, baik organisasi besar maupun kecil.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kepemimpinan Davis menyimpulkan ada empat faktor yang mempengaruhi kepemimpinan dalam organisasi, yaitu : 
1.   Kecerdasan : seorang pemimpin harus mempunyai kecerdasan yang melebihi para anggotanya. 
2. Kematangan dan keluasan sosial(Social manutary and breadth) : seorang pemimpin biasanya memiliki emosi yang stabil, matang, memiliki aktivitas dan pandangan yang ckup matang. 
3. Motivasi dalam dan dorongan prestasi(Inner motivation and achievement drives) : dalam diri seorang pemimpin harus mempunyai motivasi dan dorongan untuk mencapai suatu tujuan. 
4.  Hubungan manusiawi : pemimpin harus bisa mengenali dan menghargai para anggotanya Menurut Greece, di dalam suatu organisasi, hubungan antara bawahan dengan pimpinan bersifat saling mempengaruhi.

D.Imiplikasi Managerial Kepemimpinan dalam Organisasi

Dalam teori manajerial grid terdapat dua orientasi yang dijadikan ukuran yaitu berfokus pada manusia dan pada tugas. Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya hubungan antar individu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan kepada bawahan. Sebagai seorang pemimpin, bertugas memberikan arahan serta bimbingan terhadap bawahannya, sehingga mereka dapat mengerjakan pekerjaannya dengan baik. Implikasi teori ini terhadap system komunikasi organisasi adalah bahwa teori ini memandang pentingnya komunikasi dalam menjalankan kepemimpinan dengan lima gaya yang berbeda dari para pemimpin. Adanya orientasi terhadap dua aspek tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan dalam organisasi harus memperhatikan hubungan antar individu satu dengan lainnya sebagai motivasi dalam mengerjakan tugas. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu terjun diberbagai kalangan baik itu dengan para pimpinan lainnya, maupun dengan bawahan sebagai asset berharga organisasi. Semua ini terjalin apbila pemimpin tersebut memiliki pendekatan perilaku yang baik. Hal ini membutuhkan komunikasi yang efektif.

Daftar pustaka : 
  1. Prof Dr. Badeni , M.A, 2013, Kepemimpinan dan perilaku organisasi, ALFABETA,cv. 
  2. Dr Wirawan, MSL,Sp.A.,M.M.,M.Si, 2013, Kepemimpinan : teori psikologi, perilaku organisasi, aplikasi dan penelitian, PT. Rajagrafindo Persada. 
  3. Siagian, Sondang P, 2003.Teori dan Praktek Kepemimpinan , Bumi Aksara. Jakarta. 
  4. http://erlanggaba.blogspot.com/2013/06/faktor-yang-mempengaruhi-kepemimpinan.html. (di akses senin,14 april 2014 jam 12.05)
  5. http://idhoidhoy.blogspot.com/2013/04/implikasi-manajerial-kepemimpinan-dalam.html.
    di akses senin,14 april 2014 jam 13.59)






0 komentar:

Posting Komentar