Rabu, 19 Maret 2014 | By: Dika Darmawan

Peran Komunikasi Dalam Organisasi



A. Arti Penting Komunikasi Dan Pengertiannya

Di dalam kehidupannya sehari hari setiap manusia pasti melakukan komunikasi dengan manusia yang lainnya, baik itu dengan keluarga, teman, saudara dan lain lainnya. Itu semua karena pada dasaranya setiap manusia membutuhkan adanya sebuah interaksi dengan manusia yang lainnya untuk bias tetap bertahan hidup. Contohnya saja saat kita berada di pasar tradisional kita pasti melakukan sebuah proses penawaran harga saat kita ingin membeli sebuah barang, atau kita sempat melakukan perbincangan dengan para penjual yang ada disana ataupun dengan sesame pembeli, itu juga termsauk ke dalam sebuah komunikasi. Adanya komunikasi secara dua arah itu sangat diperlukan untuk menjalin sebuah komunikasi yang baik, baik itu di dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam sebuah organisasi. Kesalahan komunikasi sangat berdampak sangat fatal, tidak adanya komunikasi yang jelas bias mengakibatkan ketidak jelasan dalam sebuah informasi. Kesalahpahaman dengan kata kata bisa berdampak buruk, beberapa kecelakan penerbangan diketahui berkaitan dengan masalah komunikasi. Belakang ini dunia telah digemparkan akibat hilangnya pesawat terbang Malaysia yaitu MH370 yang sampai kini belum ditemukan. Karena komunikasi yang terakhir dilakukan yaitu beberapa jam setelah jam pesawat itu lepas landas dari bandara. Jelas sekali adanya komunikasi yang baik itu sangat penting dalam kehidupan, juga dalam sebuah organisasi.
Banyak para pakar yang mencoba mendefinisikan pengertian komunikasi, berikut adalah beberapa definisi mengenai komunikasi.

1. Menurut Trenholim komunikasi telah menjadi semacam istilah “portmanteau” ( istilah yang terbentuk dari gabungan dua kata, misalkan brunch, yang merupakan gabungan dari kata breakfast dan lunch—penj.)
2. Komunikasi 
dapat didefinisikan sebagai pertukaran ide – ide, komunikasi merupakan transformasi yang dihasilkan oleh pengiriman stimulus dari suatu sumber yang direspons penerima.
3. Secara harfiah
berarti pemberitahuan, pembicaraan, percakapan, pertukaran pikiran atau hubungan 
 
    Komunikasi secara sederhana dapat dimaknai sebagai proses penyampaian informasi atau pesan oleh seorang komunikator kepada komunikan melalui sarana tertentu dengan tujuan dan dampak tertentu pula.
 




B. Jenis – Jenis Komunikasi :

1. Komunikasi lisan adalah komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang salling bertatap muka secara langsung dan tidak ada jarak atau peralatan yang membatasi mereka. Lisan ini terjadi pada saat dua orang tau lebih saling berbicara, pada saat wawancara, rapat atau berpidato. Komunikasi lisan yang tidak langsung adalah komunikasi yang dilakukan dengan perantara alat seperti telepon, VoIP, dan lain sebagainya karena adanya jarak dengan si pembicara dengan lawan bicara.

2. Komunikasi t
ulisan adalah komunikasi yang dilakukan dengan perantara tulisan tanpa adanya pembicaraan secara langsung dengan menggunakan bahasa yang singkat, jelas dan padat dimengerti oleh penerima. Komunikasi tulisan dapat berupa surat menyurat, sms, surat elektronik ( email ) dan lain sebagainya. 

3. Komunikasi intrapribadi adalah komunikasi dengan diri sendiri baik kita sadari tau tidak, misalnya berpikir.

4. Komunikasi antarpribadi
adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan respon verbal maupun nonverbal berlangsung secara langsung. Bentuk khusus komunikasi antarpribadi ini adalah komunikasi diadik (dyadic communication) yang hanya melibatkan dua individu,misalnya suami- istri, dua sejawat, guru-murid. Ciri-ciri komunikasi diadik adalah pihak- pihak yang berkomunikasi berada dalam jarakyang dekat; pihak-pihak yang berkomunikasi mengirim dan menerimapesan secara langsung dan simultan. 

5. Komunikasi kelompok merujuk pada komunikasi yang dilakukan sekelompok kecil orang (small-group communication). Kelompok sendiri merupakan sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama, yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuanbersama, saling mengenal satu sama lain, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut. Komunikasi antarpribadi berlaku dalam komunikasi kelompok.

6. Komunikasi
publik adalah komunikasi antara seorang pembicara dengan sejumlah orang (khalayak), yang tidak bisa dikenali satu persatu. Komunikasi publik meliputi ceramah, pidato, kuliah, tabligh akbar, dan lain-lain. Ciri-ciri komunikasi publik adalah: berlangsung lebih formal menuntut  persiapan pesan yang cermat , menuntut  kemampuan menghadapi sejumlah besar orang; komunikasi cenderung pasif terjadi di tempat umum yang dihadiri sejumlah orang  merupakan peristiwayang direncanakan dan ada orang-orang yang ditunjuk secara khusus melakukan fungsi-fungsi tertentu.

7. Komunikasi
organisasi (organizational communication) terjadi dalam suatu organisasi, bersifat formal dan informal, dan berlangsung dalam jaringan yang lebih besar dari komunikasi kelompok. Komunikasi organisasi juga melibatkan komunikasi diadik, komunikasi antarpribadi, dan komunikasi publik tergantung kebutuhan.

8. Komunikasi
massa (mass communication) adalah komunikasi yang menggunakan  media  massa  cetak  maupun  elektronik  yang dikelola sebuah lembaga atau orang yang dilembagakan yang ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar, anonim, dan heterogen. Pesan- pesannya bersifat umum, disampaikan secara serentak, cepat dan selintas.
  
C. Proses Komunikasi




Proses komunikasi adalah  bagaimana komunikator menyampaikan pesan kepada komunikannya, sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan komunikatornya. Proses komunikasi ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya). Proses komunikasi, banyak melalui perkembangan.
Proses komunikasi dapat terjadi apabila ada interaksi antar manusia dan ada penyampaian pesan untuk mewujudkan motif komunikasi.
 
Berkomunikasi efektif berarti bahwa komunikator dan komunikan sama-sama memiliki pengertian yang sama tentang suatu pesan. Oleh karena itu, dalam bahasa asing orang menyebutnya “the communication is in tune” ,yaitu kedua belah pihak yang berkomunikasi sama-sama mengerti apa pesan yang disampaikan
Menurut Jalaluddin dalam bukunya Psikologi Komunikasi menyebutkan, komunikasi yang efektif ditandai dengan adanya pengertian, dapat menimbulkan kesenangan, mempengaruhi sikap, meningkatkan hubungan sosial yang baik, dan pada akhirnya menimbulkan suatu tidakan. 

Syarat-syarat untuk berkomunikasi secara efektif adalah antara lain :
  • Menciptakan suasana yang menguntungkan.
  • Menggunakan bahasa yang mudah ditangkap dan dimengerti.
  • Pesan yang disampaikan dapat menggugah perhatian atau minat di pihak komunikan.
  • Pesan dapat menggugah kepentingan dipihak komunikan yang dapat menguntungkannya.
  • Pesan dapat menumbuhkan sesuatu penghargaan atau reward di pihk komunikan.
D. Implikasi Manajerial 

Dalam komunikasi manajerial ada 5 tipe , yaitu :
a. Komunikasi formal (Formal Communication), yang mengikuti rantai perintah organisasi formal.
b. Komunikasi informal (Informal Communication), yang digunakan menejer untuk melengkapi komunikasi formal. Mereka melakukannya dengan jalan menyelidiki bagaimana kelompok informal bekerja dalam organisasi yang bersangkutan.
c. Komunikasi non-formal (Informal Communication), komunikasi ini disebabkan oleh ketidaksengajaan daripada organisasi formal yang menyebabkan terjadinya tindakan secara tidak sengaja. Komunikasi ini bersifat efektif.
d. Komunikasi teknis (Technical Communication), digunakan oleh orang-orang yang bekerja dalam bidang yang sama.
e. Komunikasi tentang prosedur-prosedur dan peraturan-peraturan (Procedural and Rules Communication), komunikasi ini biasanya dalam bentuk buku pegangan (manual) tentang organisasi yang bersangkutan.
Jadi implikasi manajerial merupakan pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajer dari hasil komunikasi untuk mencapai tujuan organisasi.

Daftar Pustaka

1. Ayunindya, http://ayuniindya.wordpress.com/2014/01/10/komunikasi/ (19 Maret 15.00)
2. Agus M.Hardjana, 2003, Komunikasi intrapersonal & Interpersonal, Yogyakarta, Kanisius.
3. Edo Parnado, http://edoparnando27.wordpress.com/komunikasi-efetif/ (19 Maret, 15.30)
4. George R.Terry. Ph.D. , ed: Dr. Winardi. S.E. , Asas-Asas Menejemen.
5. Lusa Rochmawati, http://www.lusa.web.id/proses-komunikasi/ (19 Maret, 16.30 )
6. Muhari, http://muharitasks.wordpress.com/2013/07/15/jenis-dan-proses-komunikasi/ ( 19 Maret 2014, 17.10)
7.
Prof.Dr. Alo Liliweri, 2011, Komunikasi serba ada serba makna, Jakarta, Kencana Prenada Media Group.
8. Ricard West dan Lyn H. Turner, 2008, Teori komunikasi analisis dan aplikasi, Jakarta, Salemba Humanika.
9. Wikipedia, http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_komunikasi  (19 Maret 2014, 17.00)\

0 komentar:

Posting Komentar