Kamis, 09 Januari 2014 | By: Dika Darmawan

Jakartaku Mulai Menata Diri



            Jakarta adalah ibukota dari negara Indonesia dimana jakarta merupakan jantung pemerintahan dan juga merupakan pusat dari segala kegiatan penting dari negara indonesia, Segala sesuatunya terdapat di Jakarta dari hal yang sepele sampai ke hal hal yang aneh juga terdapat di ibukota negara Indonesia ini. Bukanlah sesuatu hal yang lumrah mengingat Jakarta merupakan ibukota negara. Terasa seperti menduakan kota kota lainnya karena pembangunan infrastruktur lebih banyak dilakukan di pulau Jawa, mengingat Jakarta berada di pulau Jawa, sedangkan kota kota lainnya seperti di wilayah Indonesia bagian timur lebih banyak diabaikan. Seharusnya pembangunan harus bisa dilakukkan secara merata ke seluruh penjuru wilayah negara Indonesia, mengingat Indonesia terdiri dari Sabang sampai Merauke, bukan hanya Jakarta saja. Mengingat Jakarta adalah ibukota negara namun masih  banyak permasalahan permasalahan yang masih belum bisa teratasi dengan baik, dan bahkan sering timbul permasalahn yang baru di wajah ibukota ini, seharusnya segala permasalahan bisa teratasi dengan baik dan benar karena pada dasarnya pembangunan lebih banyak dilakukan di Jakarata dibandingkan dengan kota - kota lainnya.
            Beberapa waktu yang silam Jakarta telah melakukan pemilu untuk pemilihan gubernur dan hasilnya adalah adanya sebuah kepemimpinan yang baru mengggantikan kepemimpinan yang lama. Banyak sekali terdapat perbedaan gaya kepemimpinan antara gubernur yang lama dengan gubernur DKI Jakarta yang baru, pada kali ini bapak Jokowi memperkenalkan gaya blusukkannya untuk bisa menata wajah DKI Jakarta menjadi wajah yang lebih baik, dan hasilnya banyak dari masyarakat  Jakarta yang menyukai gaya kepemimpinan beliau, mengingat jarang sekali pejabat pemerintah yang melakukan hal tersebut, masuk ke daerah kumuh, bercengkrama dengan penduduknya, mendengarkan dengan baik baik keluh kesah warganya, sehingga membuat bapak Jokowi dihormati di kalangan kaum kecil dengan melakukan hak tersebut beliau sebagai gubernur bisa mengetahui dengan baik masalah masalah yang menghinggapinya warganya. Tugas sebagai gubernur Jakarta tentu saja beliau mengatur dan menata wajah Jakarta menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya, mengatasi permasalahan yang belum bisa teratasi seperti macet, banjir, kebakaran, lapangan pekerjaan dan banyak lagi permasalahan yang sampai saat ini masih bisa teratasi dengan baik
            Seiring dengan waktu beliau mulai melakukan tugasnya dengan baik, meskipun harus disadari untuk melakukan sebuah perubahan tentu saja memerlukan waktu yang cukup untuk melaksanakannya, tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena permasalahan di jakarta juga berkaitan dengan warganya sendiri. Warga yang terkadang agak susah untuk diatur padahal kegiatan yang akan di lakukan adalah sebuah perbaikan untuk mengatasi permasalah yang sudah sering terjadi, contohnya dalam menormalisasi waduk pluit, banyak dari warga yang masih ingin tinggal disana, seharusnya daerah itu tidak boleh didiami oleh warga karena telah menyalahgunakan fungsi waduk yang seharusnya, jika mereka tinggal disana pun itu tidak layak, karena mereka bisa membahayakan diri mereka sendiri karena waduk adalah tempat menampung air dalam jumlah kapasitas yang banyak, jika volume air tidak dapat di tampung dengan baik oleh waduk itu sendiri maka juga akan membahayakan warga penduduk yang tinggal di daerah tersebut. Kini daerah tersebut sudah di normalisasi kembali sebagaimana fungsinya yakni sebagai tempat menampung air, diharapkan dengan normalisasi waduk pluit dapat menampung volume air saat hujan untuk mengurangi permasalahan banjir yang belum juga kunjung selesai, selain itu gubernur Jakarta juga menormalisasi kali kali yang ada di Jakarta, karena permasalah banjir juga menyangkut banyak sekali aspek, daerah pinggiran kali yang masih saja dijadikan tempat tinggal. Untuk itulah beliau juga melakukan blusukkannya untuk mengetahui permasalah yang terjadi dengan wilayah yang di pimpinnya.
           Kemacetan sudah akrab dengan Jakarta, hampir di seluruh wilayah Jakarta terdapat kemacetan terlebih saat hujan mengguyur ibukota ini. Macet yang berkepanjangan tidak bisa dihandari lagi saat banjir mulai menenggelamkan sebagian daratan Jakarta. Banyak sekali titik titik kemacetan di wilayah Jakarta sehingga untuk mengatasi ini diperlukan waktu yang cukup lama, mengingat jumlah populasi warga Jakarta sangan banyak sekali, Jakarta merupakan salah satu ibukota negara yang mempunyai tingkat kepadatan yang buruk. Dengan banyakya jumlah penduduknya tentu saja juga berdampak pada tingkat mobilitas mereka. Banyak dari sebagian mereka yang menggunakan kendaran pribadi daripada menggunakan fasilitas yang telah disediakan oleh pemerintah daerah DKI Jakarta sehingga tingkat volume kendaraan di jam kerja sangatlah banyak. Adanya busway yang merupakan sebuah strategi untuk mengurangi jumlah kendaraan di jalanan pun belum cukup untuk mengatasi permasalahan yang satu ini. terlebih lagi banyak kendaraan pribadi yang masih saja  masuk ke jalur busway sehingga membuat perjalanan busway pun yang seharusnya lancar namun menjadi macet seperti jalanan lainnya. Dengan tidak adanya macet pada jalur buway diharapkan warga Jakarta beralih dari kendaraan pribadi menggunakan fasilitas ini, tentu saja untuk mengurangi tingkat kemacetan yang menjadi momok permasalahan yang tak kunjung selesai. Kini dikit demi sedikit sudah ada penertiban yang sangat tegas untuk mensterilkan jalur busway, tidak memandang siapa itu warga sipil atau aparat akan ditindak dengan seharusnya.
            Penghijauan memang bukanlah salah satu permasalahan yang besar, namun dengan adanya ruang hijau untuk publik pun membuat warga Jakarta bisa menikmati adanya ruang terbuka untuk mereka, jika waktu lalu warga Jakarta hanya mengenal Taman Menteng dan Taman Suropati sebagai tempat ruang terbuka untuk publik kini ruang terbuka untuk publik telah disediakan oleh pemerintah daerah DKI Jakarta dibanyak tempat. Membuat Jakarta terlihat tempat yang asri penuh dengan penghijauan ditiap sudut wilayahnya. Dengan adanya banyak taman dan penghijauan juga diharapakan dapat mengatasi tingkat polusi udara di Jakarta yang sudah tercemar dari segala banyak kegiatan.
           Penertiban pedagang kaki lima atau yang sering disebut dengan PKL merupakan isu yang cukup hangat dalam menata wajah Jakarta menjadi lebih baik. Tentu saja dalam melakukan ini banyak sekali terjadi pro kontra. Namun akhirnya bisa dilakukan dengan baik tanpa harus terjadi hal hal yang tidak diinginkan dalam menyelesaikan masalah tersebut, penertiban PKL menjadi prestasi besar Gubernur DKI dan wakilnya saat ini. Tidak tanggung-tanggung, 3 sentra lokasi PKL terbesar di Jakarta ditertibkan. Pasar Minggu, Jatinegara, dan Pasar Tanah Abang menjadi sasaran utama Jokowi-Ahok untuk menyelesaikan masalah kemacetan Jakarta.
          Itulah yang terjadi dengan Jakartaku saat ini, sedang melakukan pembenahan ditiap bagian wajahnya berharap Jakarta merupakan kota yang bisa lebih baik lagi dari sebelumnya, dan tentunya diperlukan kerja keras oleh para pemimpin dalam menyelesaikan tiap permasalahan yang terjadi di Jakarta, juga diperlukan sebuah kesabaran dalam melihat perubahan yang terjadi untuk dapat menikmati sesuatu tentu saja diperlukan sebuah kesabaran.



0 komentar:

Posting Komentar