Kamis, 05 Desember 2013 | By: Dika Darmawan

Kekuasaan dan Wewenang


Pengertian Kekuasaan



      Kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan, kewenangan tidak boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh atau kemampuan seseorang atau kelompok untuk memengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku (Miriam Budiardjo,2002) atau Kekuasaan merupakan kemampuan memengaruhi pihak lain untuk berpikir dan berperilaku sesuai dengan kehendak yang memengaruhi (Ramlan Surbakti,1992).
      Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau sekelompok manusia untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang atau kelompok lain sedemikian rupa, sehingga tingkah laku itu menjadi sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang mempunyai kekuasaan itu;

Pengertian Wewenang

    Wewenang (authority) adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu.Penggunaan wewenang secara bijaksana merupakan faktor kritis bagi efektevitas organisasi.
     Wewenang adalah kekuasaan formal yang dimiliki oleh seseorang karena posisi yang dipegang dalam organisasi.
    Menurut Hasibun (2007:64),wewenang adalah kekuasaan yang sah dan legal yang dimiliki sesorang untuk memerintah orang lain, berbuat atau tidak berbuat sesuatu, kekuasaan merupakan dasar hukum yang sah dan legal untuk dapat mengerjakan suatu pekerjaan
       Sutarto (2001:141) wewenang adalah hak seseoranng untuk mengambil tindakan yang diperlukan agar tugas serta tanggung jawabnya dapat dilaksanakan dengan baik.

Perbedaan kekuasaan dengan wewenang


 
     Dari pengertian diatas maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa perbedaan dari wewenang dengan kekuasaan ialah  wewenang adalah hak untuk melakukan sesuatu, sedangkan kekuasaan adalah kemampuan untuk melakukan hak tersebut. Selain itu perbedaanya juga bahwa kewenangan bisa juga disebut sebagai kekuasaan yang memiliki keabsahan ( legitime power ), sedangkan kekuasaan tidak selalu memiliki keabsahan. Tetapi kewenangan dan kekuasaan tidak dapat dipisahkan dan membentuk suatu hal yang berkaitan satu sama lain, karna wewenang tanpa kekuasaan atau kekuasaan tanpa wewenang akan menyebabkan konflik dalam organisasi.

 Teknik teknik pengambilan keputusan
  1. Pareto Analysis,  Pareto Analysis adalah teknik yang cukup sederhana karena teknik ini membantu kita untuk menyelesaikan masalah yang penting untuk diselesaikan terlebih dahulu. Teknik ini menggunakan prinsip Pareto yang ide utamanya adalah mengerjakan 20% kerja dan menghasilkan 80% keuntungan dari seluruh pekerjaan . Langkah-langkah dalam melakukan teknik Pareto Analysis : 
  • Buatlah daftar masalah yang sedang dihadapi atau pilihan-pilihan yang ada.
  • Jika memiliki banyak masalah, kelompokkan sesuai besar kecilnya.
  • Berikan skor yang tepat untuk masing-masing kelompok.
  • Selesaikan kelompok yang mempunyai skor yang paling tinggi
   Pareto Analysis tidak hanya menunjukkan masalah mana yang paling penting dan harus diselesaikan terlebih dahulu. Hal ini juga menunjukkan kepada kita mengenai berat ringannya suatu masalah. 

    2.  Paired Comparison Analysis, Paired Comparison Analysis membantu kita memecahkan masalah yang relatif lebih penting daripada yang lainnya. Teknik ini berguna, ketika kita tidak mempunyai data-data yang objektif mengenai masalah yang sedang kita hadapi. Analisis ini memudahkan kita untuk memilih masalah yang paling penting untuk diselesaikan atau memilih solusi yang memberikan keuntungan paling besar. Dalam menggunakan teknik ini, bandingkan tiap pilihan yang ada dengan pilihan lain, satu per satu. Untuk setiap perbandingan tentukan dua pilihan yang paling penting. Lalu berikan skor yang menunjukkan seberapa penting pilihan tersebut. Setelah itu, kita bisa menggabungkan semua perbandingan diatas sehingga tiap pilihan memiliki derajat kepentingan. Langkah-langkah dalam melakukan Paired Comparison Analysis :
  • Buatlah daftar mengenai hal apa yang akan dibandingkan. Berikan huruf untuk tiap pilihan.
  • Buat tabel dengan baris dan kolom.
  • Hitamkan juga bagian tabel dimana kita akan menemui perbandingan mengenai hal yang sama pada bagian yang lain. Biasanya bagian ini berada di bawah garis diagonal.
  • Pada bagian yang tersisa, bandingkan pilihan yang ada pada baris dengan pilihan yang ada pada kolom. Untuk tiap sel putuskan hal mana yang lebih penting. Tandai dengan huruf untuk pilihan yang lebih penting dalam tiap sel-nya. Serta berikan nilai pada perbedaan tingkatan kepentingannya yang berkisar antara 0 (tidak ada perbedaan) sampai 3 (sangat berbeda).
  • Terakhir, gabungkan hasilnya dengan menjumlahkan nilai total untuk setiap pilihan. Kita dapat juga merubah nilai tersebut ke dalam bentuk persentase.


    3.    Decision Trees, Decision Trees merupakan salah satu teknik yang akan membantu kita untuk memilih beberapa jalan untuk bertindak. Teknik ini memberi kita struktur yang mempunyai tingkat efektifitas tinggi. Teknik ini memudahkan kita untuk menyusun pilihan-pilihan yang ada dan sekaligus kita dapat melihat outcome yang mungkin akan didapatkan apabila kita mengambil pilihan tersebut. Selain itu dengan teknik ini kita dapat melihat apa yang nantinya akan menjadi keuntungan dan kerugian dari apabila kita mengambil suatu pilihan tertentu. Langkah-langkah dalam menggambar Decision Trees :
    •     Mulai Decision Trees dengan membuat keputusan yang perlu dibuat. Gambar persegi kecil untuk menunjukkan keputusan tersebut. Gambarlah persegi tersebut di sebelah kiri dari satu lembar kertas yang cukup lebar.
    •          Dari kotak tersebut, gambarkan garis ke arah kanan. Sepanjang garis ini dituliskan solusi yang kiranya mungkin untuk menyelesaikan masalah tersebut. Biarkan garis tersebut sepanjang mungkin, sehingga kita bisa memperluas ide kita.
    •      Ujung setiap garis tersebut dianggap sebagai hasilnya. Apabila hasil dari pengambilan keputusan tersebut kurang meyakinkan, maka gambarkan lingkaran kecil di ujungnya. Namun apabila hasilnya merupakan keputusan lain yang perlu kita buat, maka gambarkan persegi lagi. Persegi disini menggambarkan sebuah keputusan, dan lingkaran menggambarkan hasil atau outcome yang kurang meyakinkan. Tuliskan keputusan dan faktor-faktor tersebut diatas persegi ataupun lingkaran tadi.
    •   Awali dari persegi keputusan yang baru pada diagram, gambarkan garis yang merepresentasikan pilihan yang akan diambil. Dari lingkaran, gambarkan garis yang merepresentasikan hasil yang memungkinkan. Tuliskan lagi keterangan pada garis tersebut mengenai apa yang dimaksudkan. Lanjutkan mengerjakan hal tersebut hingga akan ada banyak hasil dan keputusan yang mungkin diambil.

      4.  PMI, PMI merupakan kepanjangan dari “Plus/Minus/Implications”. Teknik ini adalah sebuah teknik pengambilan keputusan yang penting. Ketika kita telah memilih sebuah tindakan, kita harus mengamati perkembangan situasi. Mungkin, ada kalanya, tidak melakukan apa-apa merupakan keputusan terbaik yang ada. Langkah - langkah dalam melakukan teknik PMI :
      •      Gambarkan tabel dengan bagian paling atas tabel bertuliskan “Plus”, “Minus”, dan “Implications”. Pada kolom di bawah “Plus” tuliskan apa saja hal positif yang akan didapatkan ketika mengambil keputusan tersebut. Pada kolom di bawah “Minus” tuliskan apa saja hal negatif yang akan didapatkan ketika mengambil keputusan tersebut. Sedangkan pada kolom “Implications” tuliskan apa saja yang menjadi dampak dan hasil yang memungkinkan dari pengambilan keputusan tersebut, baik positif maupun negatif.
      • Apabila keputusan masih belum bisa diambil, maka kita bisa memberikan penilaian untuk menunjukkan seberapa pentingnya item tersebut. Berikan skor yang tepat untuk masing-masing pilihan. Penilaian yang diberikan merupakan penilaian yang cukup subjektif.
      • Bila telah selesai memberikan penilaian jumlahkan skor yang didapatkan pada kolom “Plus”,  “Minus” dan  “Implications”. Nilai positif yang tinggi menunjukkan tindakan yang seharusnya diambil, namun apabila nilai negatif yang tinggi menunjukkan bahwa tindakan tersebut sebaiknya dihindari.
        
      5.  Force Field Analysis, Analisa ini merupakan suatu metode yang cukup efektif untuk melihat faktor-faktor apa saja yang kiranya mendukung ataupun bertolak belakang dengan rencana yang kita ambil. Apabila kita telah mengambil suatu keputusan, maka analisa ini bisa kita gunakan untuk mengidentifikasi perubahan yang akan kita buat untuk mendapatkan hasik yang lebih baik. Langkah-langkah dalam melakukan teknik Force Field Analysis :

      • Buatlah daftar mengenai hal-hal apa saja yang mendukung perubahan tersebut dalam satu kolom, dan daftar mengenai apa saja yang melawan atau bertolak belakang dengan perubahan tersebut di kolom yang lainnya.
      • Berikan penilaian untuk masing-masing daftar tersebut, dari nilai 1 (lemah) hingga 5 (kuat).
      • Gambarkan diagram yang menunjukkan kekuatan untuk mendukung dan melawan perubahan tersebut.
     

    6. Six Thingking Hats, Analisis ini merupakan analisis yang baik untuk melihat efek dari keputusan yang diambil dari berbagai sisi. Teknik yang dikemukakan oleh Edward de Bono ini memaksa kita untuk keluar dari cara kita berpikir yang biasa dan membantu kita untuk mendapatkan suatu situasi yang lebih pasti. Dalam teknik ini kita diminta untuk melihat masalah dengan memakai enam topi dengan warna yang berbeda. Pada tiap-tiap warna dari topi tersebut mempunyai ketentuannya masing-masing. Enam warna topi tersebut antara lain :

    •      White Hat
    Pada topi warna putih ini kita diminta untuk fokus pada data-data yang telah tersedia. Kita diminta untuk melihat informasi yang kita punyai dan bagaimana kita mempelajarinya. Disini kita diminta untuk menganalisis tren-tren yang telah lalu dan memperhitungkan bagaimana nantinya.

    •      Red Hat
    “Memakai” topi merah kita diminta untuk melihat masalah menggunakan intuisi, emosi dan perasaan kita. Selain itu juga mencoba untuk berpikir bagaimana apabila orang lain bereaksi secara emosional. Mencoba untuk mengerti bagaimana respon yang individu lain yang tidak sepenuhnya mengerti mengenai alasan kita.

    •      Black Hat
         Menggunakan topi hitam ini, kita diminta untuk melihat hal-hal buruk dari suatu keputusan yang diambil. Hal ini ditujukan agar kita lebih berhati-hati dan mampu mempertahankan diri.

    •      Yellow Hat
    Topi kuning membantu kita untuk berpikir secara positif. Dengan topi ini kita diminta untuk melihat keuntungan yang akan didapatkan dari suatu keputusan. Topi kuning ini membantu kita untuk terus berjalan walau keadaan sedang buruk dan sulit.

    •      Green Hat
    Green Hat mengajak kita untuk berpikir lebih kreatif. Dimana kita dapat mengembangkan solusi-solusi yang kreatif untuk suatu masalah. Disini kita diminta untuk mencari apakah ada cara alain yang lebih bagus.
    • Blue Hat
    Blue Hat mengajarkan kita untuk melihat bagaimana proses yang sedang berjalan. Pada bagian ini kita diajak untuk melihat apa yang akan kita lakukan selanjutnya. Disini kita diminta untuk melakukan pengecekan semua proses dan hasil yang di dapatkan.
     
    7.  Cost/Benefit Analysis, Analisis ini merupakan analisis yang cukup simpel. Seperti yang namanya, dalam menggunakan analisis ini kita diminta untuk menjumlahkan semua nilai dari keuntungan yang diperoleh kemudian menguranginya dengan biaya-biaya yang lain. Untuk menggunakan analisis ini, pertama tentukan seberapa banyak biaya yang akan dipakai untuk melakukan suatu perubahan. Kemudian hitung berapa keuntungan yang akan didapatkan dari itu semua. Dimana biaya dan keuntungan akan dibayarkan atau didapatkan sepanjang waktu. Rencanakan waktu dengan tepat sehingga semua biaya yang digunakan untuk melakukan perubahan bisa tergantikan dengan tepat sehingga semua biaya yang digunakan untuk melakukan perubahan bisa tergantikan dengan keuntungan yang diperoleh.
     

      Ø   Unsur-Unsur Komunikasi
    ·         Sumber
    ·         Komunikator
    ·         Pesan
    ·         Channel/ Saluran
    ·         Komunikasi
    ·         Efek
    ·         Faktor- faktor yang diperhatikan dalam proses komunikasi

     Sumber :

    a.       http://id.wikipedia.org/wiki/Kekuasaan
    b.      http://muhammadkhadapi.blogspot.com/2010/12/pengertian-wewenang-kekuasaan-dan.html
    c.       http://dimasamiluhur.blogspot.com/2012/03/pengertian-serta-perbedaan-kekuasaan.html
    d.      http://www.psikologizone.com/teknik-teknik-decision-making/06511867
      
    Silahkan untuk mengunjungi 
     
















     







1 komentar:

meydhi wiratamara mengatakan...

kawan, karena kita sudah mulai memasuki mata kuliah softskill akan lebih baik jika blog ini disisipkan link Universitas Gunadarma yang merupakan identitas kita sebagai mahasiswa di Universitas Gunadarma juga sebagai salah satu kriteria penilaian mata kuliah soft skill seperti

- http://www.gunadarma.ac.id
- http:/studentsite.gunadarma.ac.id
- http://www..baak.gunadarma.ac.id

untuk info lebih lanjut bagaimana cara memasang RSS , silahkan kunjungi link ini
http://hanum.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.5

Posting Komentar