Senin, 19 November 2012 | By: Dika Darmawan

Banjir



          


         Indonesia merupakan negara yang beriklim tropis yang basah dengan ciri mempunyai curah hujan yang tinggi pada musim penghujan.Dengan berdasarkan hal tersebut akibatnya di beberapa tempat dimusim penghujan terjadi bencana banjir yang menimbulkan korban dan kerugian baik nyawa maupun harta benda.Kerugian ini akan semakin besar bila banjir ini terjadi di pemukiman yang padat penduduknya.Hampir disetiap musim penghujan sering terjadi banjir yang muncul dimana mana dengan lokasi dan tingkat kerusakan yang ditimbulkan sangat beragam.Setiap masuk musim penghujan sebagian warga yang tinggal di Jakarta mempunyai rasa kecemasan yang cukup besar.Bahaya yang  timbul akibat hujan seolah olah menakuti dan menghantui mereka bila musim penghujan tiba dalam jangka waktu yang cukup panjang.Kejadian seperti kerap dirasakan oleh penduduk yang tinggal di pinggiran sungai atau tempat tempat yang menjadi langganan banjir bila memasuki musim penghujan.Bahaya yang kerap meliputi rasa kecemasan mereka adalah banjir,banjir  adalah peristiwa tergenang dan terbenamnya daratan (yang biasanya kering) karena volume air yang meningkat.Penyebab banjir biasanya dikarenakan adanya curah hujan yang tinggi, permukan tanah yang lebih rendah dibandingkan permukaan laut, pemukiman yang dibangun pada dataran sepanjang sungai atau kali, adanya sampah sehingga aliran sungai tidak lancar.Banjir dapat terjadi karena peluapan air yang berlebihan di suatu tempat akibat hujan besar, peluapan air sungai, atau pecahnya bendungan sungai.Intensitas dan curah hujan yang tinggi sangat mempengaruhi tingkat besarnya banjir yang melanda di Jakarta,contohnya bila di Jakarata hujan besar dalam jangka kurang dari 2 jam saja sudah ada bagian di ibukota yang mengalami kebanjiran,bukan hanya hanya di bagian pinggiran sungai kejadian ini juga kerap kita jumpai dijalan jalan besar yang ada di Jakarta.
Setiap kali terjadi banjir di Jakarta sering terdengar ungkapan banjir itu kiriman dari Bogor. Tudingan itu muncul karena hampir semua sungai yang bermuara di Jakarta berhulu diwilayah kabupaten Bogor. Daerah aliran sungai yang berasal dari Bogor adalah DAS Ciliwung, DAS Cakung, DAS Angke, DAS Sunter, DAS Kalibaru dan DAS Krukut. Banjir yang terjadi di Jakarta tidak hanya karena aliran air dari Bogor dimana banjir kiriman berarti hujan hanya terjadi di daerah Bogor, kenyataannya hujan juga terjadi di Jakarta, ditambah dengan pasang laut.
Faktor faktor yang menyebabkan banjir di jakarta:
1.      Sistem drainase yang buruk.
2.      Kurangnya lahan untuk peyerapan air hujan.
3.      Kecilnya luas sungai yang ada.
4.      Intensitas curah hujan yang besar.
5.      Frekuensi hujan.
Hampir seluruh kegiatan penanganan masalah banjir  sampai saat ini dilakukan oleh Pemerintah, lewat berbagai proyek dengan lebih mengandalkan pada upaya-upaya yang bersifat struktur. Berbagai upaya tersebut pada umumnya masih kurang memadai bila dibandingkan laju peningkatan masalah. Masyarakat baik yang secara langsung menderita masalah maupun yang tidak langsung menyebabkan terjadinya masalah masih kurang  berperan baik dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan operasi serta pemeliharaan terhadap sarana dan prasarana fisik pengendali banjir, maupun terhadap upaya-upaya non struktur. Hal ini didukung oleh kebijakan pembangunan selama ini yang cenderung sentralistis serta adanya berbagai kendala atau keterbatasan yang ada di masyarakat sendiri antara lain menyangkut kondisi sosial, budaya dan ekonomi.Masalah banjir berdampak sangat luas terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu upaya untuk mengatasinya harus merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kegiatan pembangunan yang menyeluruh dalam rangka  meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sehubungan dengan paradigma baru dalam melaksanakan pembangunan yang dikaitkan dengan penyelenggaraan otonomi daerah, terjadinya krisis ekonomi serta berbagai permasalahan yang ada, semakin meningkatkan bobot dan kompleksitas permasalahan yang dihadapi. Sehubungan dengan itu diperlukan penyempurnaan terhadap kebijakan, strategi dan upaya penanganan masalah banjir yang telah ada, baik yang menyangkut aspek-saspek teknis maupun nonteknis.
Bencana banjir dapat dikatagorikan sebagai proses alamiah atau fenomena alam yang dipicu oleh beberapa faktor penyebab seperti curah hujan, iklim, geografis suatu wilayah, dan aktifitas manusia yang tidak terkendali dalam mengeksploitasi alam,yang mengakibatkan kondisi alam dan lingkungan menjadi rusak.sejalan dengan proses pembangunan yang berkelanjutan,diperlukan upaya pengaturan dan pengarahan terhadap kegiatan-kegiatan  yang dilakukan dengan prioritas utama untuk menciptakan kembali keseimbangan ekologis lingkungan.Sehubungan dengan  masalah banjir .langkah yang diambil adalah melalui kegiatan penataan ruang,dengan penekanan pada pengendalian pemanfaatan ruang serta tata cara teknis yang mendukung proses penanganan dan pengendalian.Kegiatan pengendalian pemanfaatan ruang dikawasan rawan banjir dilaksanakan melalui upaya penanggulangan untuk meminimalkan dampak akibat bencana yang mungkin timbul.Kondisi ini tidak dapat dipisahkan dari pola pengendalian pemanfaatan ruang dibagian hulu dalam ruang lingkup satuan wilayah sungai.Sasaran yang akan dicapai adalah terwujudnya pengendalian pemanfaatan ruang dikawasan rawan bencana banjir.Hal seperti perlu dilakukan diwilayah pinggiran sungai ciliwung atau sungai yang ada di Jakarta untuk meminimalisir akan bencana banjir.

Opini: 
Banjir adalah suatu bencana alam dimana bencana itu bisa muncul akibat iklim,cuaca  atau oleh faktor tingkah laku dan kegiatan manusia itu sendiri yang bisa terjadi kapan saja terutama untuk tempat tempat yang letak geografisnya adalah daratan rendah. Banjir yang terjadi di Jabotabek merupakan masalah yang harus segera ditangani agar akibat yang ditimbulkannnya tidak banyak merusak dan merugikan masyarakat sekitarnya, mengingat Jakarta merupakan Ibukota negara yang merupakan citra negara dan barometer ekonomi. Usaha-usaha untuk mencegah dan mengurangi akibat terjadinya banjir harus segera dilakukan.DKI Jakarta adalah salah kota yang belum bisa membenahi dan menyelesaikan permasalahan ini,padahal DKI Jakarta adalah Ibukota negara sudah seharusnya permasalahan ini terselesaikan dengan baik.Perlu adanya kesadaran dari berbagai elemen,pihak dan instansi instansi yang berkaitan untuk mengatasi masalah banjir ini baik pemerintah ataupun warga. Budayakanlah untuk membuang sampah pada tempatnya sebagai calah satu pencegahan masalah banjir.Jangan membangun tempat tinggal di kawasan sungai,untuk mengurangi penyempitan area sungai. Perencanaan tata ruang merupakan prespektif menuju keadaan pada masa depan yang diharapkan, bertitik tolak dari data, informasi, ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat dipakai, serta memperhatikan keragaman wawasan kegiatan setiap sektor. Perkembangan masyarakat dan lingkungan hidup berlangsung secara dinamis  ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Oleh karena itu, agar rencana tata ruang yang telah disusun itu tetap sesuai dengan tuntutan pembangunan dan  perkembangan keadaan, rencana tata ruang dapat ditinjau kembali dan atau disempurnakan kembali untuk mencegah dari bencana banjir.

0 komentar:

Posting Komentar