Senin, 06 Oktober 2014 | By: Unknown

Ragam Bahasa

Apakah yang dimaksud dengan ragam bahasa ?
Ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian, berbeda dengan dialek yang memepunyai arti variasi dari sebuah bahasa menurut pemakai. Atau bisa juga yang dimaksud dengan ragam bahasa adalah bentuk atau wujud bahasa yang ditandai oleh ciri-ciri linguistik tertentu, seperti fonologi, morfologi, dan sintaksis. Variasi tersebut bisa berbentuk dialek, aksen, laras, gaya atau berbagai variasi sosiolinguistik lain, termasuk variasi bahasa baku itu sendiri.

Ragam bahasa timbul seiring dengan perubahan masyarakat. Perubahan itu berupa variasi-variasi bahasa yang dipakai sesuai keperluannya. Agar banyaknya variasi tidak mengurangi fungsi bahasa sebagai alat komunikasi yang efisien, dalam bahasa timbul mekanisme untuk memilih variasi tertentu yang cocok untuk keperluan tertentu yang disebut ragam standar.

Jenis ragam bahasa.
Berdasarkan pokok pembicaraan, ragam bahasa dibedakan antara lain atas :
Ø  Ragam bahasa undang-undang.
Ø  Ragam bahasa jurnalistik.
Ø  Ragam bahasa ilmiah.
Ø  Ragam bahasa sastra.

 Berdasarkan media pembicaraan, ragam bahasa dibedakan atas :
·         Ragam bahasa cakapan.
·         Ragam bahasa pidato.
·         Ragam bahasa kuliah.
·         Ragam bahasa panggung.

 Ragam tulis yang antara lain meliputi :
·         Ragam bahasa teknis.
·         Ragam bahasa undang-undang.
·         Ragam bahasa catatan.
·         Ragam bahasa surat.

Ragam bahasa menurut hubungan antarpembicara dibedakan menurut akrab tidaknya pembicara yaitu :
·         Ragam bahasa resmi.
·         Ragam bahasa akrab.
·         Ragam bahasa agak resmi.
·         Ragam bahasa santai.
·         Dan sebagainya.

A.    Ragam bahasa berdasarkan media atau sarana
Ragam bahasa berdasarkan media atau sarana dibedakan menjadi ragam bahasa lisan dan ragam bahasa tulis.

1. Ragam bahasa lisan
           Ragam bahasa lisan adalah bahasa yang dihasilkan alat ucap manusia. Dalam ragam lisan, kita berurusan dengan tata bahasa, kosakata, dan lafal. Dalam ragam bahasa lisan ini, pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah suara atau tekanan,  ekspresi wajah, intonasi, dan gerakan tangan yang bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Ragam lisan dapat kita temui, misalnya pada saat seseorang berpidato, dalam situasi perkuliahan, ceramah, dalam percakapan antar teman, dan lainnya.

Ciri-ciri ragam bahasa lisan diantaranya :
1.      Memerlukan kehadiran orang lain.
2.      Unsur gramatikal tidak dinyatakan secara lengkap.
3.      Terikat ruang dan waktu.
4.      Dipengaruhi oleh tinggi rendahnya suara.

Ragam bahasa lisan memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Adapun kelebihan ragam bahasa lisan diantaranya sebagai berikut:
  1. Dapat disesuaikan dengan situasi.
  2. Faktor  efisiensi.
  3. Faktor kejelasan karena pembicara menambahkan unsur lain berupa tekan dan gerak anggota badan agar pendengar mengerti apa yang dikatakan seperti situasi, mimik dan gerak-gerak pembicara.
  4. Faktor kecepatan, pembicara segera melihat reaksi pendengar terhadap apa yang dibicarakannya.
  5. Lebih bebas bentuknya karena faktor situasi yang memperjelas pengertian bahasa yang dituturkan oleh penutur.
  6. Penggunaan bahasa lisan bisa berdasarkan pengetahuan dan penafsiran dari informasi audit, visual dan kognitif.
Sedangkan kelemahan ragam bahasa lisan diantaranya sebagai berikut:
  • Bahasa lisan berisi beberapa kalimat yang tidak lengkap, bahkan terdapat frase-frase sederhana.
  • Penutur sering mengulangi beberapa kalimat.
  • Tidak semua orang bisa melakukan bahasa lisan secara baik.
  • Aturan-aturan bahasa yang dilakukan seringkali menggunakan ragam tidak formal.
2. Ragam bahasa tulis.
          Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan media tulis seperti kertas dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan dan kosakata . Dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis, kita dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide. Ragam tulis dapat berupa ragam tulis yang standar maupun non standar. Ragam tulis yang standar kita temui dalam buku-buku pelajaran, teks, majalah, surat kabar, poster, iklan. Kita juga dapat menemukan ragam tulis non standar dalam majalah remaja, iklan, atau poster.

 Ciri-ciri ragam bahasa tulis adalah sebagai berikut:
  1. Tidak memerlukan kehadiran orang lain.
  2. Unsur gramatikal dinyatakan secara lengkap.
  3. Tidak terikat ruang dan waktu.
  4. Dipengaruhi oleh tanda baca atau ejaan.
Sama halnya dengan ragam bahasa lisan, ragam bahasa tulis juga memiliki kelemahan dan kelebihan. Adapun kelebihan dari ragam bahasa tulis diantaranya:
  • Informasi yang disajikan bisa dipilih untuk dikemas sebagai media atau materi yang menarik dan menyenangkan.
  • Umumnya memiliki kedekatan budaya dengan kehidupan masyarakat.
  • Sebagai sarana memperkaya kosakata.
  • Dapat digunakan untuk menyampaikan maksud, membeberkan informasi atau mengungkap unsur-unsur emosi sehingga mampu mencanggihkan wawasan pembaca.
Sedangkan kelemahan dari ragam bahasa tulis diantaranya sebagai berikut:
  • Alat atau sarana yang memperjelas pengertian seperti bahasa lisan itu tidak ada akibatnya bahasa tulisan harus disusun lebih sempurna.
  • Tidak mampu menyajikan berita secara lugas, jernih dan jujur, jika harus mengikuti kaidah-kaidah bahasa yang dianggap cenderung miskin daya pikat dan nilai jual.
  • Yang tidak ada dalam bahasa tulisan tidak dapat diperjelas/ditolong, oleh karena itu dalam bahasa tulisan diperlukan keseksamaan yang lebih besar.







0 komentar:

Posting Komentar