Senin, 15 Oktober 2012 | By: Dika Darmawan

Bersepeda kini menjadi life style warga ibu kota


      
    Sepeda adalah a
lat fungsional yang semula merupakan sarana tranportasi sederhana dan murah itu kini tak bisa dipandang remeh.Karena bergerak menjadi sebuah gaya hidup,harga sepeda tak lagi murah,terdongkrak oleh berbagai strategi pemasaran dan pencitraan.Sebuah sepeda gunung produk massal spesifikasi tinggi bisa bernilai puluhan juta.Tingginya minat bersepeda  pada masyarakat berimbas pada munculnya berbagai komunitas komunitas sepeda,diantaranya komunitas sepeda lipat,komunitas sepeda fixie,komunitas sepeda low rider,komuitas sepeda ontel dan masih banyak lagi komunitas lainnya.
Kini sepeda mempunyai beragam nama dan model. Pengelompokan biasanya berdasarkan fungsi dan ukurannya, antara lain:

1. Sepeda gunung
sepeda gunung digunakan untuk lintasan off road dengan rangka yang kuat,dengan memiliki suspensi dan kombinasi kecepatan sampai 27         
2. Sepeda jalan raya
sepeda jalan raya digunakan untuk balap jalan raya,bobot keseluruhan yang ringan ban halus untuk mengurangi gesekan dengan jalan,kombinasi kecepatan sampai 27
3. Sepeda BMX
BMX merupakan kependekan dari bicycle moto-cross BMX merupakan sepeda yang disunakan untuk atraksi maupun untuk digunakan sehari hari
4. Sepeda mini
sepeda mini adalah sepeda anak anakbaik yang beroda dua maupun yang beroda tiga
5. Sepeda angkut
sepeda yang termasuk dalam kelompok ini adalah sepeda kumbang dan sepeda pos
6. Sepeda lipat
sepeda lipat merupakan jenis sepeda yang bisa dilipat dalam hitungan detik sehingga bisa dibawa kemana mana dengan mudah.Dewasa ini sepeda lipat sangat populer dikalangan masyarakat Indonesia
7. Sepeda balap
sepeda balap merupakan sepeda yang model handlenya setengah lingkaran dan digunakan untuk balapan
8. Sepeda fixie
sepeda fixie menggunakan sistem kecepatan yang fixed/tetap yang membuat ayuna pedal rotasi terus menerus berputar sehingga untuk melakukan pengereman,pengemudi sepeda fixie harus mengurangi kekuatan dengan melawan arah putaran pedal atau yang biasa disebut sistem "trape door"


            Dikalangan remaja saat ini pengguna sepeda fixie cukup banyak dikarenakan faktor biaya yang terjangkau dan lagi sepeda ini mempunyai keunikan tersendiri dalam mengemudikannya diperlukan kemampuan yang cukup baik agar bisa mengendarai sepeda ini dikarenakan sistem pergerakan yang berbeda dengan sepeda yang lainnya banyak dari mereka berlomba lomba mendesain sepeda dengan kreatifitas yang mereka miliki tidak lain untuk mencerminkan si pemilik sepeda tentunya.Dan tak sedikit dari mereka yang harus mencari dan berburu part part sepeda yang mereka inginkan ke tukang loak atau bahkan mencarinya ke bengkel sepeda.

            Yang tampak sebagai euforia dan merebaknya peminat bersepeda dinegeri ini karena warga kota menggunakan sepeda sebagai alat beraktifitas baik untuk olahraga maupun hobi,selain itu sepeda dinilai sebagai alat transportasi yang fungsional.Budaya bersepeda di Indonesia setidaknya dikenal sejak zaman penjajahan Belanda,pada zaman tersebut sepeda menjadi simbol kemapanan dan gengsi ditengah masyarakat.Setelah era kemerdekaan berbagai produk sepeda makin bervariasi dalam bentuk,fungsi maupun harga.Fenomena bersepeda memperoleh momentum baru  setelah muncul model sepeda baru yakni sepeda gunung atau dengan sebutan lainnya mountain bike.Meski belum langsung populer bersepeda mulai kembali marak meski tidak lagi bersifat alat tranportasi utama di jalan raya karena kendaraan bermotor telah berkembang dengan cukup pesat.

           Sejak kelahiran sepeda gunung itulah kebiasaan orang  bersepeda bergeser lagi dari alat transportasi fungsional perlahan menjadi kegiatan hobi dan akhirnya menjadigayahidup perkotaan. Tingginya minat bersepeda saat ini membuat bisnis seputar sepeda kembali bergairah.berbagai jenis sepeda dan aksesoris pun kembali laku di pasaran mulai dari toko pinggir jalan sampai mal besar.Sayangnya meningkatnya permintaan sepeda belum mampu dicukupi produksi dalam negeri.Selama ini kekurangan pasokan sepeda dalam negeri ditutup dengan impor,seharusnya bangsa kita seharusnya bisa menutupi kekurangan jumah produksi yang ada.

            Jika para karyawan atau pekerja gencar mengadakan bike to work. Para pelajar pun tidak kalah gencar mengadakan kampanye bike to school. Mahasiswa pun tidak mau kalah dengan menggalakan sepeda goes to campus. Di lingkungan kampus  tertentu yang mendukung gerakan bersepeda khususnya sudah tersedia lahan parkir khusus untuk sepeda. Pengguna sepeda di lingkungan kampus pun semakin meningkat. Tidak hanya mahasiswa yang mulai menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi, dosenpun sudah mulai ada yang memakai sepeda sebagai alat transportasi.
            Adanya berbagai acara fun bike atau sepeda gembira pun membuat budaya bersepeda pelan-pelan mulai muncul kembali dan menunjukkan eksistensinya. Dengan bersepeda kita bisa berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan lingkungan karena bisa mengurangi kendaraan bermotor yang selama ini menjadi sumber utama polusi udara dan suara.Pada hari minggu ada yang namanya car free day di jalan jalan tertentu dimana pada hari tersebut pengendara sepeda bisa bebas bersepeda mengelilingi ibukota.Banyak dari mereka yang bersepeda bersama sama,baik dengan keluraga maupun dengan teman.

           
Mayoritas publik meyakini bahwa bersepeda berpotensi digemari dan dikembangkan,namun sayangnnya hingga saat ini belum diimbangi dengan sarana yang memadai.Kesehatan itu sangatlah penting, dengan bersepeda kita bisa meningkatkan kesadaran akan berolahraga demi terciptanya kesehatan secara menyeluruh.Dorongan dari pemerintah berupa aturan dan perlindungan khusus bagi pengguna sepeda di jalan raya juga masih kurang.Baru segelintir kota yang cukup steril jalur sepedanya sehingga penunggang sepeda nyaman dan tidak takut.Barangkali perlu juga belajar dari negara lain yang pemerintahnya menyiapkan infrastruktur yang bersahabat dan sistem transportasi sepeda yang terintegrasi penuh dengan transportasi umum namun tetap aman bagi pesepeda.

0 komentar:

Posting Komentar