Kamis, 30 Januari 2014 | By: Unknown

TEORI KEPEMIMPINAN



Kepemimpinan adalah jalan proses mempengaruhi aktivitas-aktivitas sebuah kelompok yang diorganisasi ke arah pencapaian tujuan.
Tipe-Tipe Kepemimpinan :

1. Tipe Kepemimpinan Kharismatis

Tipe kepemimpinan karismatis memiliki kekuatan energi, daya tarik dan pembawaan yang luar biasa untuk mempengaruhi orang lain, sehingga ia mempunyai pengikut yang sangat besar jumlahnya dan pengawal-pengawal yang bisa dipercaya. Kepemimpinan kharismatik dianggap memiliki kekuatan ghaib (supernatural power) dan kemampuan-kemampuan yang superhuman, yang diperolehnya sebagai karunia Yang Maha Kuasa. Kepemimpinan yang kharismatik memiliki inspirasi, keberanian, dan berkeyakinan teguh pada pendirian sendiri. Totalitas kepemimpinan kharismatik memancarkan pengaruh dan daya tarik yang amat besar.

2. Tipe Kepemimpinan Paternalistis/Maternalistik

Kepemimpinan paternalistik lebih diidentikkan dengan kepemimpinan yang kebapakan dengan sifat-sifat sebagai berikut: 
  1. Mereka menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak/belum dewasa, atau anak sendiri yang perlu dikembangkan.
  2. Mereka bersikap terlalu melindungi.
  3. Mereka jarang memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengambil keputusan sendiri.
  4. Mereka hampir tidak pernah memberikan kesempatan kepada bawahan untuk berinisiatif.
  5. Mereka memberikan atau hampir tidak pernah memberikan kesempatan pada pengikut atau bawahan untuk mengembangkan imajinasi dan daya kreativitas mereka sendiri. 
  6. Selalu bersikap maha tahu dan maha benar.
Sedangkan tipe kepemimpinan maternalistik tidak jauh beda dengan tipe kepemimpinan paternalistik, yang membedakan adalah dalam kepemimpinan maternalistik terdapat sikap over-protective atau terlalu melindungi yang sangat menonjol disertai kasih sayang yang berlebih lebihan.

3. Tipe Kepemimpinan Militeristik
Tipe kepemimpinan militeristik ini sangat mirip dengan tipe kepemimpinan otoriter. Adapun sifat-sifat dari tipe kepemimpinan militeristik adalah: 
  1. Lebih banyak menggunakan sistem perintah/komando, keras dan sangat otoriter, kaku dan seringkali kurang bijaksana.
  2. Menghendaki kepatuhan mutlak dari bawahan. 
  3. Sangat menyenangi formalitas, upacara-upacara ritual dan tanda-tanda kebesaran yang berlebihan.
  4. Menuntut adanya disiplin yang keras dan kaku dari bawahannya. 
  5. Tidak menghendaki saran, usul, sugesti, dan kritikan-kritikan dari bawahannya.
  6. Komunikasi hanya berlangsung searah.


4. Tipe Kepemimpinan Otokratis (Outhoritative, Dominator)

Kepemimpinan otokratis memiliki ciri-ciri antara lain: 
  1. Mendasarkan diri pada kekuasaan dan paksaan mutlak yang harus dipatuhi.
  2. Pemimpinnya selalu berperan sebagai pemain tunggal. 
  3. Berambisi untuk merajai situasi. 
  4. Setiap perintah dan kebijakan selalu ditetapkan sendiri. 
  5. Bawahan tidak pernah diberi informasi yang mendetail tentang rencana dan tindakan   yang akan dilakukan. 
  6. Semua pujian dan kritik terhadap segenap anak buah diberikan atas pertimbangan         pribadi. 
  7. Adanya sikap eksklusivisme. 
  8. Selalu ingin berkuasa secara absolut.
  9. Sikap dan prinsipnya sangat konservatif, kuno, ketat dan kaku. 
  10. Pemimpin ini akan bersikap baik pada bawahan apabila mereka patuh.
5. Tipe Kepemimpinan Laissez Faire

Pada tipe kepemimpinan ini praktis pemimpin tidak memimpin, dia membiarkan kelompoknya dan setiap orang berbuat semaunya sendiri. Pemimpin tidak berpartisipasi sedikit pun dalam kegiatan kelompoknya. Semua pekerjaan dan tanggung jawab harus dilakukan oleh bawahannya sendiri. Pemimpin hanya berfungsi sebagai simbol, tidak memiliki keterampilan teknis, tidak mempunyai wibawa, tidak bisa mengontrol anak buah, tidak mampu melaksanakan koordinasi kerja, tidak mampu menciptakan suasana kerja yang kooperatif. Kedudukan sebagai pemimpin biasanya diperoleh dengan cara penyogokan, suapan atau karena sistem nepotisme. Oleh karena itu organisasi yang dipimpinnya biasanya morat marit dan kacau balau.
Secara singkat ciri-ciri kepemimpinan Laissez Faire :
  1. Memberi kebebasan kepada bawahan
  2. Pimpinan tidak terlibat dalam kegiatan.
  3. Semua pekerjaan dan tanggung jawab dilimpahkan kepada bawahan.
  4. Tidak mempunyai wibawa
  5. Tidak ada koordinasi dan pengawasan yang baik.
6. Tipe Kepemimpinan Populistis

Kepemimpinan populis berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakat yang tradisonal, tidak mempercayai dukungan kekuatan serta bantuan hutang luar negeri. Kepemimpinan jenis ini mengutamakan penghidupan kembali sikap nasionalisme.

7. Tipe Kepemimpinan Administratif/Eksekutif

Kepemimpinan tipe administratif ialah kepemimpinan yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif. Pemimpinnya biasanya terdiri dari teknokrat-teknokrat dan administratur-administratur yang mampu menggerakkan dinamika modernisasi dan pembangunan. Oleh karena itu dapat tercipta sistem administrasi dan birokrasi yang efisien dalam pemerintahan. Pada tipe kepemimpinan ini diharapkan adanya perkembangan teknis yaitu teknologi, indutri, manajemen modern dan perkembangan sosial ditengah masyarakat.


8. Tipe Kepemimpinan Demokratis

Kepemimpinan demokratis berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan yang efisien kepada para pengikutnya. Terdapat koordinasi pekerjaan pada semua bawahan, dengan penekanan pada rasa tanggung jawab internal (pada diri sendiri) dan kerjasama yang baik. kekuatan kepemimpinan demokratis tidak terletak pada pemimpinnya akan tetapi terletak pada partisipasi aktif dari setiap warga kelompok.
Kepemimpinan demokratis menghargai potensi setiap individu, mau mendengarkan nasehat dan sugesti bawahan. Bersedia mengakui keahlian para spesialis dengan bidangnya masing-masing. Mampu memanfaatkan kapasitas setiap anggota seefektif mungkin pada saat-saat dan kondisi yang tepat.

9. Tipe Open Leadership

         Tipe ini hampir sama dengan tipe demokratis. Perbedaannya terletak pada pengambilan keputusan. Dalam tipe ini keputusan ada ditangan pemimpin.



 KEHILANGAN KURSI
Sebuah organisai manufacturing yang mempunyai karyawan sekitar 270 orang mempekerjakan seorang manajer pabrik baru dengan maksud untuk mengurangi biaya-biaya produksi, meningkatkan kualitas produk, dan memperbaiki produktivitas karyawan. Pekerjaan adalah melelahkan dan kondisi-kondisi pekerjaan sangat tidak menyenangkan. Ini terutama disebabkan oleh panas dan debu yang ditimbulkan oleh proses produksi. Hari kerja dibagi 3 shift, dimana lama waktu setiap shift adalah 8 jam, tanpa waktu makan yang ditetapkan secara eksplisit. Para karyawan biasanya membeli minuman dan makanan dari warung-warung di sekitar pabrik dan minum atau makan sambil bekerja. Teknisi keamanan pabrik mengemukakan bahwa gang-gang yang digunakan untuk lalu lintas truk-truk pengangkut barang sering terhambat atau terganggu oleh lalu lalang para karyawan yang memerlukan dan membeli minuman dan makanan. Manajer baru mengambil keputusan untuk membangun sebuah cafeteria untuk mengurangi bahaya keamanan ini dan untuk memberikan kepada para karyawan suatu tempat makan jauh dari proses produksi yang tidak menyenangkan.
Setelah bangunan diselesaikan, para karyawan mulai makan di cafeteria seperti yang diharapkan. Bagaimanapun juga, meninggalkan lokasi pekerjaan menunjukkan secara implisit adanya periode istirahat untuk makan bagi para karyawan. Waktu yang dihabiskan para karyawan untuk keperluan tersebut tentunya naik secara menyolok dan sebagai akibatnya terjadi penurunan produktivitas. Manajer pabrik kemudian memutuskan bahwa untuk menghindari para karyawan mondar-mandir ke cafeteria, dia akan memindahkan kursi-kursi. Para karyawan marah karena “Kenyamanan” yang selama ini mereka rasakan telah diambil. Konsultan pengembangan organisasi ( Organization Development ), setelah diperkenalkan, memperoleh informasi dari serangkaian wawancara bahwa para karyawan tidak pernah menginginkan cafeteria. Mereka sesungguhnya menginginkan lokasi yang lebih aman dari truk-truk pengankut barang.

Pertanyaan :
Apa kesalahan-kesalahan pokok yang dibuat manajemen dalam proses perubahan tersebut ? Jelaskan !
Jawab :
         Dalam menganalisa sebuah permasalahan sebaiknya dilihat dari inti permasalahannya, buka melihatnya dari luarnya saja. Dalam kasus ini ada beberapa pokok permasalahan yang sudah ada dan belum terselesaikan dengan baik . Ada baiknya dalam mengambil langkah langkah perubahan kita harus tahu betul apa keinginan dari mereka mereka (pekerja). Dalam sebuah perusahaan pastinya melibatkan banyak banyak aspek yang mempengaruhi kinerja para pekerjanya untuk itu ada baiknya kita harus tahu betul akar dari permasalahkan yang mereka rasakan akan sesuatu yang menghambat mereka dalam bekerja atau hal yang lainnya, agar langkah langkah yang dilakukan tepat guna ke sasaran permasalahnnya.
Contohnya seperti

  1. Seperti  panas dan debu yang terdapat dalam pabrik yang membuat para karyawan cepat kelelahkan dan kondisi-kondisi pekerjaan sangat tidak menyenangkan. Kenyamanan dalam bekerja iu sangatlah penting. Karena dengan suasana dan lingkungan kerja yang nyaman akan menimbulkan semangat kerja dari para pekerjanya, dengan nyamannya tempat kerja mereka juga membuat mereka merasa nyaman dan tidak cepat kelelahan. Diperlukannya perbaikan dalam pabrik mengenai kenyamanan untuk para pekerja, dan manciptakkan suasana yang nyaman, dengan terciptanya kondisi seperti tersebut akan bisa mendorong perbaikan dalam jumlah produksi kearah yang lebih baik lagi 
  2. Kemudian pada pembagian jam kerja yang dibagi menjadi 3 shift, Jika melihat ke arah produksi seharusnya disesuaikan dengan jam kerjanya terlebih dahulu. Mengingat pembagian kerja itu harus dilihat dari kapasitas pekerjanya sendiri. Jangan disamakan pembagian jam kerja antara yang malam dengan yang pagi, karena akan berakibat langsung kedalam proses produksi. Bila terdapat jam kerja malam dan jumlah jam kerjanya sama dengan jumlah kerja pada pagi hari tentu saja akan berbeda hasilnya. Pada saat pagi hari seorang pekerja mempunyai kondisi yang baik dibandingkan dengan para pekerja yang mendapatkan jam kerja malam. Kondisi keadaan mereka pun berbeda, kondisi pada malam hari yaitu para pekerja biasanya lebih berpotensi mengantuk saat bekerja, untuk itu harus dilakukan perubahan pembagian jam kerja yang seimbang menurut shift mereka bekerja. 
  3. Tidak adanya waktu istirahat yang cukup dan jam istirahat yang pasti untuk para pekerjanya, membuat mereka dengan leluasa keluar dan masuk pabrik saat berlangsungnya proses produksi selain berdampak kepada proses produksi itu juga berkibat ke pekerjanya. Tidak adanya jam istirahat yang cukup bagi mereka bisa membuat para pekerjanya cepat sakit dalam jangka waktu dekat. Perusahaan yang baik harus bisa menjaga sumber daya manusianya dengan baik dan benar, karena pekerja juga merupakan roda penggerak dari sebuah perusahaan. Jika mereka cepat sakit maka yang akan mengalami kerugian secara tidak langsung juga perusahaan itu sendiri
  4. Tidak adannya tim dalam menganalisa sebuah permasalahan. Seorang manajer pasti membutuhkan bantuan seseorang atau sebuat tim dalam mencari permasalahan yang dialami oleh para pekerjanya. Dengan adanya itu membuat seorang manajer tahu betul kondisi dilapangan secara rinci dan mengetahui permasalahan apa saja yang dirasakan oleh para pekerjanya. Terkecuali jika seorang manajer tersebut mau turun langsung ke lapangan, melakukan pendekatan dengan para pekerja dan mencari tahu kendala kendala yang terjadi di dalam pabrik sehingga tahu betul permasalahan yang terjadi.
  Setelah kasus ini diselidiki oleh konsultan pengembangan organisasi ( Organization Development ),  mereka memperoleh informasi dari serangkaian wawancara bahwa para karyawan tidak pernah menginginkan cafeteria. Mereka sesungguhnya menginginkan lokasi yang lebih aman dari truk-truk pengankut barang. Berarti tindakkan yang selama ini dilakukan oleh sang manajer belumlah sampai kepada sasarnnya. Seorang manajer yang baik akan mengambil sebuah keputusan berdasarkan fakta fakta yang mereka kumpulkan terlebih dahulu, mengumpulkan berbagai informasi yang berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi barulah mengambil keputusan dan tindakkan yang akan dilakukan, bukan berdasarkan atas keputusannya sendiri yang di ambil tanpa melihat kondisi yang sebenernya terjadi.
Dengan adanya pernyataan seperti di atas bisa disimpulkan bahwa manajer yang baru dipekerjakan oleh sebuah organisasi manufaktur ini bersifat otoraktis

Kamis, 09 Januari 2014 | By: Unknown

Demam Piala Dunia "Brazil" 2014




            Sudah tak tahan lagi rasanya untuk menyaksikan para pemain bola terhebat di dunia menunjukkan kualitas mereka sebagai pesepakbola internasional, dalam jangka waktu dekat ini akan ada sebuah perhelatan akbar dalam persepak bolaan dunia, karena di tahun 2014 lah akan di selenggaraknnya piala dunia. Menjadi sebuah tournament yang dapat meningkatkan derajat dan martabat bagi sebuah negara yang dapat membawa pulang tropi piala dunia ke negaranya. Piala dunia kali ini akan di laksanakan di Brazil. Tropi yang terbuat dari emas dan merupakan piala yang sangat istimewa dalam dunia persepak bolaan. Idaman bagi setiap para pemain sepak bola untuk dapat menyentuh tropi tersebut ke dalam pelukkannya. Tentunya banyak kerja keras yang akan mereka lakukan untuk dapat memboyong piala tersebut, juara tahun lalu yakni negara Spanyol masih menjadi negara terfavorit untuk menjadi kandidat juara piala dunia kali ini. Tentu saja Brazil sebagai tuan rumah pun menjadi salah satu kandidat terkuat yang dapat merebut tropi piala dunia dari tangan Spanyol. Dan ada banyak kandidiat lainnya yang di unggulkan pada piala dunia tahun ini seperti Italy, Argentina, mereka akan bertanding satu sama lainnya untuk meraih kemenangan sejati dalam perhelatan akbar yang hanya diselenggarakan empat tahun sekali. Pada kesempatan ini mereka akan memperlihatkan skill yang mereka miliki di hadapan juta pasang mata yang melihatnya
Berikut pembagian grup dan jadwal pertandingan putaran final Piala Dunia 2014:

Grup A
12 Juni 2014: Brasil vs Kroasia (Arena de Sao Paulo, Sao Paulo)
13 Juni 2014: Meksiko vs Kamerun (Stadion das Dunas, Natal)
17 Juni 2014: Brasil vs Meksiko (Stadion Castelao, Fortaleza)
18 Juni 2014: Kamerun vs Kroasia (Arena Amazonia, Manaus)
23 Juni 2014: Kamerun vs Brasil (Stadion Nasional, Brasilia)
23 Juni 2014: Kroasia vs Meksiko (Arena Pernambuco, Recife)
Grup B
13 Juni 2014: Spanyol vs Belanda (Arena Fonte Nova, Salvador)
13 Juni 2014: Cile vs Australia (Arena Pantanal, Cuiaba)
18 Juni 2014: Spanyol vs Cile (Stadion Maracana, Rio de Janeiro)
18 Juni 2014: Australia vs Belanda (Stadion Beira-Rio, Porto Alegre)
23 Juni 2014: Australia vs Spanyol (Arena de Baixada, Curitiba)
23 Juni 2014: Belanda vs Cile (Arena de Sao Paulo, Sao Paulo)
Grup C
14 Juni 2014: Kolombia vs Yunani (Stadion Mineirao, Belo Horizonte)
14 Juni 2014: Pantai Gading vs Jepang (Arena Pernambuco, Recife)
19 Juni 2014: Kolombia vs Pantai Gading (Stadion Nasional, Brasilia)
19 Juni 2014: Jepang vs Yunani (Stadion das Dunas, Natal)
24 Juni 2014: Jepang vs Kolombia (Arena Pantanal, Cuiaba)
24 Juni 2014: Yunani vs Pantai Gading (Stadion Castelao, Fortaleza)
Grup D
14 Juni 2014: Uruguay vs Kosta Rika (Stadion Castelao, Fortaleza)
14 Juni 2014: Inggris vs Italia (Arena Amazonia, Manaus)
19 Juni 2014: Uruguay vs Inggris (Arena de Sao Paulo, Sao Paulo)
20 Juni 2014: Italia vs Kosta Rika (Arena Pernambuco, Recife)
24 Juni 2014: Italia vs Uruguay (Stadion das Dunas, Natal)
24 Juni 2014: Kosta Rika vs Inggris (Stadion Mineirao, Belo Horizonte)
Grup E
15 Juni 2014: Swiss vs Ekuador (Stadion Nasional, Brasilia)
15 Juni 2014: Perancis vs Honduras (Stadion Beira-Rio, Porto Alegre)
20 Juni 2014: Swiss vs Perancis (Arena Fonte Nova, Salvador)
20 Juni 2014: Honduras vs Ekuador (Arena de Baixada, Curitiba)
25 Juni 2014: Honduras vs Swiss (Arena de Baixada, Curitiba)
25 Juni 2014: Ekuador vs Perancis (Stadion Maracana, Rio de Janeiro)
Grup F
15 Juni 2014: Argentina vs Bosnia-Herzegovina (Stadion Maracana, Rio de Janeiro)
16 Juni 2014: Iran vs Nigeria (Arena de Baixada, Curitiba)
21 Juni 2014: Argentina vs Iran (Stadion Mineirao, Belo Horizonte)
21 Juni 2014: Nigeria vs Bosnia-Herzegovina (Arena Pantanal, Cuiaba)
25 Juni 2014: Nigeria vs Argentina (Stadion Beira-Rio, Porto Alegre)
25 Juni 2014: Bosnia-Herzegovina vs Iran (Arena Fonte Nova, Salvador)
Grup G
16 Juni 2014: Jerman vs Portugal (Arena Fonte Nova, Salvador)
16 Juni 2014: Ghana vs Amerika Serikat (Stadion das Dunas, Natal)
21 Juni 2014: Jerman vs Ghana (Stadion Castelao, Fortaleza)
22 Juni 2014: Amerika Serikat vs Portugal (Arena Amazonia, Manaus)
26 Juni 2014: Amerika Serikat vs Jerman (Arena Pernambuco, Recife)
26 Juni 2014: Portugal vs Ghana (Stadion Nasional, Brasilia)
Grup H
17 Juni 2014: Belgia vs Aljazair (Stadion Mineirao, Belo Horizonte)
17 Juni 2014: Rusia vs Korea Selatan (Arena Pantanal, Cuiaba)
22 Juni 2014: Belgia vs Rusia (Stadion Maracana, Rio de Janeiro)
22 Juni 2014: Korea Selatan vs Aljazair (Stadion Beira-Rio, Porto Alegre)
26 Juni 2014: Korea Selatan vs Belgia (Arena de Sao Paulo, Sao Paulo)
26 Juni 2014: Aljazair vs Rusia (Arena de Baixada, Curitiba)

            Bukanlah suatu hal yang mudah meraih sebuah kemenangan tanpa adanya suatu kerja keras, ajang piala dunia ini merupakan suatu ajang penilaian sepak bola disebuah negara. Tawa dan tangis akan selalu menyertai dalam setiap pertandingannya, akan mendatangkan kebahagiaan bagi sang pemenang dan akan mendatangkan kesedihan bagi yang kalah. Tentunya hal seperti ini harus dijunjung tinggi dengan nilai nilai sportifitas, agar kelak tidak membuat sebuah peseteruan dalam sebuah pertandingan.








Jakartaku Mulai Menata Diri



            Jakarta adalah ibukota dari negara Indonesia dimana jakarta merupakan jantung pemerintahan dan juga merupakan pusat dari segala kegiatan penting dari negara indonesia, Segala sesuatunya terdapat di Jakarta dari hal yang sepele sampai ke hal hal yang aneh juga terdapat di ibukota negara Indonesia ini. Bukanlah sesuatu hal yang lumrah mengingat Jakarta merupakan ibukota negara. Terasa seperti menduakan kota kota lainnya karena pembangunan infrastruktur lebih banyak dilakukan di pulau Jawa, mengingat Jakarta berada di pulau Jawa, sedangkan kota kota lainnya seperti di wilayah Indonesia bagian timur lebih banyak diabaikan. Seharusnya pembangunan harus bisa dilakukkan secara merata ke seluruh penjuru wilayah negara Indonesia, mengingat Indonesia terdiri dari Sabang sampai Merauke, bukan hanya Jakarta saja. Mengingat Jakarta adalah ibukota negara namun masih  banyak permasalahan permasalahan yang masih belum bisa teratasi dengan baik, dan bahkan sering timbul permasalahn yang baru di wajah ibukota ini, seharusnya segala permasalahan bisa teratasi dengan baik dan benar karena pada dasarnya pembangunan lebih banyak dilakukan di Jakarata dibandingkan dengan kota - kota lainnya.
            Beberapa waktu yang silam Jakarta telah melakukan pemilu untuk pemilihan gubernur dan hasilnya adalah adanya sebuah kepemimpinan yang baru mengggantikan kepemimpinan yang lama. Banyak sekali terdapat perbedaan gaya kepemimpinan antara gubernur yang lama dengan gubernur DKI Jakarta yang baru, pada kali ini bapak Jokowi memperkenalkan gaya blusukkannya untuk bisa menata wajah DKI Jakarta menjadi wajah yang lebih baik, dan hasilnya banyak dari masyarakat  Jakarta yang menyukai gaya kepemimpinan beliau, mengingat jarang sekali pejabat pemerintah yang melakukan hal tersebut, masuk ke daerah kumuh, bercengkrama dengan penduduknya, mendengarkan dengan baik baik keluh kesah warganya, sehingga membuat bapak Jokowi dihormati di kalangan kaum kecil dengan melakukan hak tersebut beliau sebagai gubernur bisa mengetahui dengan baik masalah masalah yang menghinggapinya warganya. Tugas sebagai gubernur Jakarta tentu saja beliau mengatur dan menata wajah Jakarta menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya, mengatasi permasalahan yang belum bisa teratasi seperti macet, banjir, kebakaran, lapangan pekerjaan dan banyak lagi permasalahan yang sampai saat ini masih bisa teratasi dengan baik
            Seiring dengan waktu beliau mulai melakukan tugasnya dengan baik, meskipun harus disadari untuk melakukan sebuah perubahan tentu saja memerlukan waktu yang cukup untuk melaksanakannya, tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena permasalahan di jakarta juga berkaitan dengan warganya sendiri. Warga yang terkadang agak susah untuk diatur padahal kegiatan yang akan di lakukan adalah sebuah perbaikan untuk mengatasi permasalah yang sudah sering terjadi, contohnya dalam menormalisasi waduk pluit, banyak dari warga yang masih ingin tinggal disana, seharusnya daerah itu tidak boleh didiami oleh warga karena telah menyalahgunakan fungsi waduk yang seharusnya, jika mereka tinggal disana pun itu tidak layak, karena mereka bisa membahayakan diri mereka sendiri karena waduk adalah tempat menampung air dalam jumlah kapasitas yang banyak, jika volume air tidak dapat di tampung dengan baik oleh waduk itu sendiri maka juga akan membahayakan warga penduduk yang tinggal di daerah tersebut. Kini daerah tersebut sudah di normalisasi kembali sebagaimana fungsinya yakni sebagai tempat menampung air, diharapkan dengan normalisasi waduk pluit dapat menampung volume air saat hujan untuk mengurangi permasalahan banjir yang belum juga kunjung selesai, selain itu gubernur Jakarta juga menormalisasi kali kali yang ada di Jakarta, karena permasalah banjir juga menyangkut banyak sekali aspek, daerah pinggiran kali yang masih saja dijadikan tempat tinggal. Untuk itulah beliau juga melakukan blusukkannya untuk mengetahui permasalah yang terjadi dengan wilayah yang di pimpinnya.
           Kemacetan sudah akrab dengan Jakarta, hampir di seluruh wilayah Jakarta terdapat kemacetan terlebih saat hujan mengguyur ibukota ini. Macet yang berkepanjangan tidak bisa dihandari lagi saat banjir mulai menenggelamkan sebagian daratan Jakarta. Banyak sekali titik titik kemacetan di wilayah Jakarta sehingga untuk mengatasi ini diperlukan waktu yang cukup lama, mengingat jumlah populasi warga Jakarta sangan banyak sekali, Jakarta merupakan salah satu ibukota negara yang mempunyai tingkat kepadatan yang buruk. Dengan banyakya jumlah penduduknya tentu saja juga berdampak pada tingkat mobilitas mereka. Banyak dari sebagian mereka yang menggunakan kendaran pribadi daripada menggunakan fasilitas yang telah disediakan oleh pemerintah daerah DKI Jakarta sehingga tingkat volume kendaraan di jam kerja sangatlah banyak. Adanya busway yang merupakan sebuah strategi untuk mengurangi jumlah kendaraan di jalanan pun belum cukup untuk mengatasi permasalahan yang satu ini. terlebih lagi banyak kendaraan pribadi yang masih saja  masuk ke jalur busway sehingga membuat perjalanan busway pun yang seharusnya lancar namun menjadi macet seperti jalanan lainnya. Dengan tidak adanya macet pada jalur buway diharapkan warga Jakarta beralih dari kendaraan pribadi menggunakan fasilitas ini, tentu saja untuk mengurangi tingkat kemacetan yang menjadi momok permasalahan yang tak kunjung selesai. Kini dikit demi sedikit sudah ada penertiban yang sangat tegas untuk mensterilkan jalur busway, tidak memandang siapa itu warga sipil atau aparat akan ditindak dengan seharusnya.
            Penghijauan memang bukanlah salah satu permasalahan yang besar, namun dengan adanya ruang hijau untuk publik pun membuat warga Jakarta bisa menikmati adanya ruang terbuka untuk mereka, jika waktu lalu warga Jakarta hanya mengenal Taman Menteng dan Taman Suropati sebagai tempat ruang terbuka untuk publik kini ruang terbuka untuk publik telah disediakan oleh pemerintah daerah DKI Jakarta dibanyak tempat. Membuat Jakarta terlihat tempat yang asri penuh dengan penghijauan ditiap sudut wilayahnya. Dengan adanya banyak taman dan penghijauan juga diharapakan dapat mengatasi tingkat polusi udara di Jakarta yang sudah tercemar dari segala banyak kegiatan.
           Penertiban pedagang kaki lima atau yang sering disebut dengan PKL merupakan isu yang cukup hangat dalam menata wajah Jakarta menjadi lebih baik. Tentu saja dalam melakukan ini banyak sekali terjadi pro kontra. Namun akhirnya bisa dilakukan dengan baik tanpa harus terjadi hal hal yang tidak diinginkan dalam menyelesaikan masalah tersebut, penertiban PKL menjadi prestasi besar Gubernur DKI dan wakilnya saat ini. Tidak tanggung-tanggung, 3 sentra lokasi PKL terbesar di Jakarta ditertibkan. Pasar Minggu, Jatinegara, dan Pasar Tanah Abang menjadi sasaran utama Jokowi-Ahok untuk menyelesaikan masalah kemacetan Jakarta.
          Itulah yang terjadi dengan Jakartaku saat ini, sedang melakukan pembenahan ditiap bagian wajahnya berharap Jakarta merupakan kota yang bisa lebih baik lagi dari sebelumnya, dan tentunya diperlukan kerja keras oleh para pemimpin dalam menyelesaikan tiap permasalahan yang terjadi di Jakarta, juga diperlukan sebuah kesabaran dalam melihat perubahan yang terjadi untuk dapat menikmati sesuatu tentu saja diperlukan sebuah kesabaran.